FBI mencatat kerugian akibat penipuan kripto di Amerika Serikat mencapai $11,37 miliar pada tahun 2025, naik 22% dari tahun sebelumnya. Kripto kini menyumbang lebih dari separuh seluruh kerugian akibat penipuan dan kejahatan siber di negara itu. Namun, temuan Consumer Federation of America (CFA) menunjukkan angka aslinya: total kerugian diperkirakan menyentuh $80,7 miliar, atau 7,1 kali lipat dari laporan resmi aparat.
Selisih ini muncul karena mayoritas korban diam. Mengacu pada survei tahun 2017, CFA mencatat hanya 14% korban penipuan yang melapor ke pihak berwenang. “Angka FBI adalah tolok ukur penting, tapi itu hanya menangkap sebagian gambar,” kata Ari Redbord dari TRM Labs. Beban terberat jatuh pada kelompok lansia. Warga Amerika berusia 60 tahun ke atas kehilangan $4,4 miliar akibat penipuan kripto saja - menyumbang hampir 40% dari total kerugian yang dilaporkan.
Kenapa Meta Ikut Digugat
Tahun 2025 menandai pergeseran taktik pelaku penipuan. Untuk pertama kalinya, FBI melacak kejahatan berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam kategori terpisah. Hasilnya, muncul 22.364 pengaduan dengan total kerugian menyentuh $893 juta. Maraknya penipuan ini membuat platform media sosial terseret ke jalur hukum. CFA menggugat Meta dengan menyebut Facebook, Instagram, dan WhatsApp sebagai platform yang paling sering terkait operasi penipuan kripto. Di parlemen, politisi mengusulkan rancangan undang-undang bipartisan SCAM Act untuk melarang platform online menampilkan iklan penipuan.
Di jalur hukum, otoritas membalas tekanan ini. Seorang pria Oklahoma divonis penjara lima tahun akibat menjalankan skema Ponzi kripto senilai $9,4 juta. Pada skala internasional, pengadilan Amerika Serikat memerintahkan penyitaan 127.271 Bitcoin - senilai $15 miliar saat ditindak - dari Chen Zhi, ketua Prince Group. Penindakan yang berakar dari jaringan kamp penipuan berkedok kerja paksa di Kamboja ini tercatat sebagai penyitaan terbesar dalam sejarah Departemen Kehakiman.
Memotong Jalur Sebelum Uang Lenyap
Di tengah melonjaknya angka penipuan, penegak hukum perlahan mengubah taktik dari menghukum pelaku menjadi pencegahan dini. Melalui operasi Level Up, agen FBI memburu waktu menghubungi calon korban sebelum mereka mengirimkan uang. Langkah intervensi ini mengedukasi 8.000 korban dan mencegah kerugian hingga $500 juta, termasuk $225,9 juta yang diselamatkan tahun lalu.
📌 Baca JugaZcash Sahkan 2.700 Teorema Anti-Pemalsuan Koin - Langkah Drastis Setelah Celah di Sistem Lama Banting Harga 40%
Angka $80,7 miliar menegaskan penindakan di ujung rantai hukum tak lagi cukup menyusul kecepatan penipu. Selama korban enggan melapor dan platform sosial masih menjadi etalase iklan bodong, pertahanan paling masuk akal bagi pengguna adalah menolak tawaran sejak klik pertama.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




