Rusia bersiap melegalkan pasar kripto domestiknya dengan sederet syarat ketat. Bank Sentral Rusia baru saja merilis draf aturan terperinci bagi bursa kripto, depositori aset digital, dan penyedia akun mata uang digital, menyusul pengesahan revisi Undang-Undang Mata Uang Digital dan Hak Digital oleh majelis rendah parlemen (State Duma) pada 21 Juli 2026. Kerangka regulasi baru ini dijadwalkan mulai berlaku efektif 1 September 2026, menunggu persetujuan akhir dari Federation Council dan tanda tangan Presiden Vladimir Putin.
Salah satu poin utama aturan ini adalah syarat permodalan. Setiap depositori digital wajib memiliki ekuitas minimum antara 50 juta hingga 250 juta rubel, atau setara $600 ribu hingga $3 juta, bergantung pada jenis layanan yang mereka sediakan. Modal ini tidak boleh berbentuk sembarang aset - wujudnya harus likuid dan terdiri dari instrumen keuangan berkualitas kredit tinggi. Meski begitu, Bank Sentral tetap memberi ruang fleksibilitas: bursa kripto diizinkan merumuskan prosedur perdagangan mereka sendiri sekaligus menghitung harga pasar dan nilai rata-rata tertimbang mandiri.
Bank Sentral juga akan memegang kendali atas register resmi pasar kripto Rusia. Daftar ini akan mencakup seluruh operator platform penerbitan, penyimpanan, dan perdagangan kripto, termasuk organisasi penukaran dan depositori digital. Menariknya, regulasi versi revisi ini membuang klausul awal yang memaksa pemegang kripto menyerahkan alamat dompet mereka. Sebagai gantinya, pengguna cukup melaporkan ringkasan saldo dan volume transaksi. Namun pemerintah tetap berjaga-jaga: transfer besar ke luar negeri atau ke pihak ketiga masih bisa mengalami penundaan hingga 48 jam.
Pagar Pembatas untuk Investor Ritel
Status hukum kripto di Rusia akan diakui sebagai properti, meski tetap terlarang untuk pembayaran domestik dan hanya diizinkan untuk transaksi lintas batas tertentu yang sudah diuji melalui rezim eksperimental. Akses masyarakat ke pasar juga diatur ketat berdasarkan kelas investor.
Investor non-kualifikasi atau kelas ritel harus puas dengan tiga aset kripto paling likuid: Bitcoin, Ethereum, dan USDT Tether. Bukan cuma pilihan koin yang dibatasi, plafon belanjanya pun dipatok maksimal sekitar $4.000 per tahun. Akses ke produk investasi yang lebih luas atau koin-koin berisiko tinggi hanya diberikan eksklusif untuk kalangan investor berstatus kualifikasi.
📌 Baca JugaSenat AS Coret CLARITY Act dari Jadwal Agustus - Tapi RUU Anggaran Desember Bisa Jadi Pintu Keluar Terakhir
Mengunci Pasar Harian $640 Juta
Langkah agresif Bank Sentral bukan tanpa alasan. Volume perdagangan kripto di Rusia saat ini diperkirakan menembus 50 miliar rubel atau sekitar $640 juta per hari - dengan porsi mayoritas bergulir di luar jangkauan kanal resmi. Legalisasi ini adalah upaya membawa aktivitas transaksi itu kembali ke sistem perbankan nasional.
Institusi keuangan kelas berat Rusia menangkap sinyal ini. Empat bank terbesar di negara itu - Sberbank, VTB, T-Bank, dan Alfa-Bank - sudah menyatakan sedang membangun infrastruktur layanan kustodi aset digital. Bursa saham Moscow Exchange pun tidak mau ketinggalan dengan menyatakan minat serius meluncurkan layanan kripto berlisensi mereka sendiri. Ketika beberapa ketentuan teknis baru mulai berjalan penuh pada paruh kedua 2027, infrastruktur Rusia diprediksi sudah siap menampung arus modal kripto sepenuhnya.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




