Franklin Templeton menyuntikkan saham dana pasar uang ter-tokenisasi senilai $150 juta ke XRP Ledger pada Kamis, 23 Oktober 2026. Aliran modal ini masuk melalui dua transaksi langganan (subscription) sekaligus, melipatgandakan pasokan token dana di buku besar publik itu.
Seluruh saham baru langsung disalurkan ke satu dompet tunggal. Alamat penampung itu kini menguasai hampir 193 juta lembar saham sgBENJI, melonjak dari posisi sebelumnya di kisaran 48 juta lembar. Pada transaksi penerbitan, harga per saham tercatat $1,039. Dengan patokan harga itu, total kepemilikan dompet tunggal tadi kini menyentuh sekitar $200 juta.
Di balik konsentrasi kepemilikan yang mengumpul di satu titik, arsitektur teknisnya memperlihatkan pengaturan kustodian institusional yang terpadu.
Kendali Bersama Delapan Penandatangan
Hubungan antara penerbit dan penerima dana terikat langsung pada tingkat protokol. Dompet penerima dan akun penerbit Franklin Templeton memiliki delapan alamat penandatangan identik. Di jaringan XRPL, persetujuan bersama dari dua penandatangan sudah cukup untuk memproses transaksi keluar di buku besar.
Aturan jaringan XRPL memberi wewenang penuh kepada Franklin Templeton untuk membekukan saldo maupun memulihkan token jika diperlukan sesuai regulasi kepatuhan. Pengaturan semacam ini memastikan penerbitan aset tradisional di atas rantai publik tetap memenuhi tuntutan hukum pasar modal.
Tiap token sgBENJI mewakili satu lembar saham Franklin OnChain U.S. Dollar Short-Term Money Market Fund yang berbasis di Singapura. Portofolio dana ini mengalokasikan investasinya pada instrumen utang dolar AS jangka pendek, seperti surat berharga pemerintah, commercial paper, dan deposito perbankan.
Struktur Singapura dan Posisi di Ekosistem XRPL
Franklin Templeton merancang struktur dana terdaftar di Singapura itu bersama bank DBS sejak November 2025. Skema investasinya menetapkan batas minimum $20 per pemodal, dan terintegrasi dengan rencana pertukaran langsung antara token sgBENJI dan stablecoin RLUSD di bursa DBS Digital Exchange.
Tambahan modal $150 juta mengubah peta persaingan aset dunia nyata di jaringan XRPL. Franklin Templeton kini menempati peringkat kedua platform aset ter-tokenisasi terbesar di XRP Ledger menurut data RWA.xyz. Posisinya mengungguli Ondo di peringkat ketiga dengan nilai $185 juta, kendati masih berada di bawah stablecoin RLUSD milik Ripple yang bernilai sekitar $930 juta.
๐ Baca JugaJPMorgan Bawa Dua Reksadana Pasar Uang ke Solana - Transaksi Masuk Dompet, Saham Tetap Dicatat Offchain
Ekspansi dana pasar uang Franklin Templeton di XRPL memperlihatkan integrasi perbankan institusi dengan buku besar publik: ratusan juta dolar aset dapat dipusatkan pada satu akun kustodian, sementara kontrol kepatuhan dan hak pembekuan tetap dipegang manajer investasi.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Zcash Tetapkan Jadwal Blok 25 Detik di Upgrade NU7 - Harga ZEC Naik 11% ke $1.260
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




