Daftar perusahaan publik yang menolak rencana saham tokenisasi di platform OKXICE bertambah menjadi 22 emiten. Enam perusahaan baru resmi mengajukan keberatan, menyusul langkah Alphabet dan Microsoft yang lebih dulu menolak pencatatan pada pekan sebelumnya. Tiga nama penting dalam gelombang penolakan terbaru ini mencakup bank Wells Fargo, perancang cip Arm Holdings, dan perusahaan perangkat lunak Intuit.
Proposal yang awalnya disiapkan untuk membawa puluhan saham publik AS ke sistem blockchain kini berhadapan langsung dengan penolakan terbuka dari para emiten penerbit saham.
Kekhawatiran Nasdaq Soal Likuiditas dan Penemuan Harga
Dari 22 emiten yang mengajukan keberatan resmi, kelompok terbesar tercatat di bursa Nasdaq. Sebanyak 16 perusahaan berasal dari bursa saham teknologi itu, sementara enam emiten lainnya terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE). Gelombang penolakan ini sejalan dengan panduan yang dirilis oleh pengelola bursa Nasdaq satu bulan sebelumnya.
Pada September 2026, Nasdaq menerbitkan panduan yang memperingatkan emiten agar berhati-hati terhadap skema saham tokenisasi. Panduan itu menyoroti tiga konsekuensi langsung bagi perusahaan publik: potensi gangguan terhadap likuiditas pasar, hambatan dalam proses penemuan harga, dan ancaman terhadap nilai jangka panjang pemegang saham. Peringatan dari Nasdaq ini menjadi rujukan sebelum emiten mengirimkan penolakan resmi.
Target 62 Saham dan Pembelaan Andrew Cuomo
Hambatan dari emiten terjadi di tengah ambisi besar platform OKXICE. Entitas ini merupakan proyek ventura bersama antara bursa kripto OKX dan Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk dari bursa saham NYSE. Dalam operasinya, proyek patungan ini mengandalkan fasilitas pengecualian inovasi atau innovation exemption yang diberikan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).
Berkas proposal awal yang didaftarkan ke SEC pada awal Oktober 2026 mencantumkan rencana tokenisasi saham untuk 62 perusahaan publik AS. Dengan masuknya surat penolakan dari 22 emiten, lebih dari sepertiga target saham yang direncanakan OKXICE kini menolak diperdagangkan dalam bentuk token digital.
Kendati penolakan terus bertambah, pihak penyelenggara menyatakan tidak kaget dengan situasi ini. Co-chair OKXICE sekaligus mantan Gubernur New York Andrew Cuomo menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi penolakan sejak awal. Menurut Cuomo, banyak emiten memang enggan menjadi pihak pertama yang menguji model saham tokenisasi di pasar terbuka.
๐ Baca JugaPhantom Bawa Bursa Prediksi Kalshi ke Aplikasi Ponsel - Tetapkan Biaya $0,02 Lewat Restu Bersyarat CFTC
Bagi pelaku industri kripto yang menantikan integrasi aset saham tradisional, penolakan 22 emiten ini memberi batas yang nyata: adopsi saham berbasis blockchain di Wall Street tidak semata-mata ditentukan oleh kesiapan teknologi, melainkan izin langsung dari perusahaan yang sahamnya ingin ditukarkan.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: Disiapkan untuk 62 Perusahaan, Saham Tokenisasi OKXICE Justru Ditolak 16 Emiten Termasuk Microsoft
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




