Forum Koordinasi KCC Kaspa resmi menetapkan status Final untuk tiga standar arsitektur utama: KCC-1, KCC-2, dan KCC-20. Penetapan ini menjadi fondasi teknis untuk menghadirkan ekosistem smart contract, aplikasi terdesentralisasi (dApps), dan tokenisasi aset di atas jaringan proof-of-work blockDAG berkecepatan tinggi.
Empat pengembang inti Kaspa, yakni Romain Billot, Michael Sutton, Ori Newman, dan Sivan Helfer, memimpin perumusan ketiga standar ini. Lewat status final, spesifikasi yang mereka susun kini siap diadopsi oleh para pengembang perangkat lunak di seluruh ekosistem.
Standardisasi Covenant dan Verifikasi Otoritas
Standar KCC-1 mengatur spesifikasi covenant, tata letak data, serta Application Binary Interface (ABI) umum. Kehadiran ABI bersama ini berfungsi menyeragamkan format komunikasi antarberbagai komponen perangkat lunak, mencakup compiler, dompet digital, indexer, hingga penyusun transaksi. Tanpa tata letak data yang seragam, pengembang dompet dan indexer harus membuat penyesuaian berbeda untuk tiap aplikasi.
Sementara itu, KCC-2 menetapkan aturan main untuk identifikasi otoritas dan skema verifikasi persetujuan transaksi. Cakupannya meliputi tanda tangan kriptografi Schnorr dan ECDSA, script terprogram, hingga garis keturunan covenant lineage. Spesifikasi ini memastikan proses validasi hak akses dan persetujuan kontrak berjalan dengan aturan verifikasi yang konsisten di seluruh jaringan.
Format Token Native KCC-20 dan Fitur Borrowed Receive
KCC-20 hadir sebagai standar aplikasi khusus untuk token fungibel native di jaringan Kaspa. Dokumen ini mewajibkan setiap kontrak token mempublikasikan parameter program ke publik. Keterbukaan parameter ini diperlukan agar dompet digital, penjelajah blok, dan layanan pihak ketiga dapat mendekode status kepemilikan serta memproses transfer aset dengan tepat.
Salah satu pembaruan teknis di dalam KCC-20 adalah fitur borrowed receive. Melalui mekanisme ini, pengirim dapat memanfaatkan output token yang sudah ada pada dompet penerima saat mentransfer aset. Pendekatan ini memungkinkan transaksi token berjalan lancar tanpa mengurangi saldo native KAS milik penerima hanya untuk mendanai pembuatan unit output baru.
Pemisahan Layer Aplikasi dari Konsensus Inti
Hal menarik dari arsitektur KCC terletak pada batas pengembangannya. Dokumentasi KCC memisahkan konvensi aplikasi pada layer pengembang dari aturan konsensus inti jaringan yang diatur lewat Kaspa Improvement Proposal (KIP). Langkah pemisahan ini memberi ruang gerak bebas bagi inovasi dApp dan penerbitan token tanpa memerlukan pembaruan protokol paksa atau hard fork di tingkat node penambang.
๐ Baca JugaZcash Tetapkan Jadwal Blok 25 Detik di Upgrade NU7 - Harga ZEC Naik 11% ke $1.260
Bagi para pengembang di ekosistem Kaspa, terbitnya standar final ini mengakhiri masa pembuatan aplikasi tanpa format acuan baku. Pekerjaan rumah kini berpindah ke pembangun dApp: menguji seberapa andal ekosistem token dan smart contract baru ini berjalan di atas struktur blockDAG Kaspa.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Solana Dua Tahun Bebas Mati Jaringan - Tapi Fidelity Ingatkan Penumpukan di Segelintir Validator
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




