BitMine, entitas yang dipimpin pendiri Fundstrat Tom Lee, membeli 12.532 ETH senilai $31 juta menurut laporan akun @WatcherGuru di X. Transaksi ini terjadi saat harga Ethereum bergerak di rentang $2.555 hingga $2.563 per keping. Langkah Tom Lee menambah kepemilikan sejalan dengan target pribadi yang pernah ia umumkan, yakni ETH berpotensi menembus $5.000 pada akhir 2026.
Sikap agresif BitMine bertolak belakang dengan kehati-hatian perbankan Wall Street. Ketika manajer dana langsung mengamankan koin dasar, bank investasi justru memilih memperpanjang masa persiapan teknis sebelum melayani perdagangan produk bertokenisasi.
Kenapa Morgan Stanley Memilih Menunggu
Morgan Stanley menunda target dukungan perdagangan saham bertokenisasi di sistem perdagangan alternatif atau alternative trading system (ATS) miliknya ke kuartal pertama 2027. Jadwal baru ini bergeser dari target awal pada paruh kedua 2026. Kepala strategi aset digital Morgan Stanley, Amy Oldenburg, membeberkan alasan penundaan itu di forum TOKEN2049 Singapura. Bank memerlukan waktu tambahan agar produk yang sesuai serta permintaan dari investor institusional tumbuh lebih siap.
Integrasi sistem ini direncanakan berjalan tanpa membangun bursa kripto baru dari awal. Fasilitas transaksi saham bertokenisasi nantinya bakal diintegrasikan ke platform Trajectory Cross ATS yang sudah beroperasi. Bersamaan dengan integrasi itu, Morgan Stanley juga mengembangkan infrastruktur dompet proprietary untuk memudahkan nasabah menyimpan aset digital dan produk keuangan bertokenisasi, kendati tanggal perilisannya belum ditentukan.
Infrastruktur Pasar Modal Terus Bergerak
Mundurnya jadwal Morgan Stanley terjadi saat regulator dan lembaga kliring di Amerika Serikat mulai menata instrumen tokenisasi. Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada 17 September 2026 memperkenalkan pengecualian sementara bagi platform tertentu yang memperdagangkan saham bertokenisasi melalui mekanisme automated market maker (AMM). Kelonggaran aturan ini membuka ruang uji coba transaksi saham digital tanpa langsung terganjal regulasi bursa konvensional.
Di sisi penyelesaian transaksi, Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) dijadwalkan meluncurkan layanan tokenisasi pada Oktober 2026. Lebih dari 50 perusahaan telah bergabung dalam kelompok kerja pendukung guna mematangkan kesiapan sistem kliring baru ini.
Bagi investor pasar kripto, perbedaan langkah ini menegaskan dua pendekatan yang berjalan beriringan. Pihak seperti Tom Lee memilih memegang aset dasar langsung, sementara institusi perbankan menunggu kejelasan regulasi dan ekosistem matang sebelum melayani transaksi nasabah.
๐ Baca JugaTom Lee Pasang Target Ethereum $5.000 Akhir 2026 - Vitalik Justru Cemas AI Melemahkan Kriptografi
Dilansir dari @WatcherGuru di X.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Baca juga: Tom Lee Pasang Target Ethereum $5.000 Akhir 2026 - Vitalik Justru Cemas AI Melemahkan Kriptografi
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




