Para pemain besar di pasar kripto tampaknya merespons dinamika harga dengan langkah yang bertolak belakang. Data on-chain terbaru menunjukkan divergensi nyata antara perilaku pemegang Bitcoin kelas kakap dengan investor jangka panjang Ethereum. Di satu sisi, akumulasi BTC terus berjalan senyap di tengah sentimen investor ritel yang masih berhati-hati. Di sisi lain, beberapa pemegang lama ETH mulai kehabisan napas dan memilih memotong kerugian mereka.
Sebuah wallet baru berkode awalan 167YVr baru saja menerima 1.346 BTC, setara $87,28 juta, yang dipindahkan langsung dari Galaxy Digital. Pemindahan dana ini, yang dilacak oleh Lookonchain di X, mempertegas tren akumulasi oleh para whale. Langkah Galaxy Digital ini melengkapi pola serupa dari pemain institusi lainnya. Dalam empat hari terakhir, manajer aset BlackRock dilaporkan menyerap 9.269 BTC, memperlihatkan selera belanja yang belum surut terhadap Bitcoin.
Penyerahan Diri Senilai $19 Juta
Sementara modal besar terus mengalir masuk ke Bitcoin, cerita berbeda datang dari kubu Ethereum. Seorang whale lama dengan alamat wallet 0x7C5a memutuskan keluar dari pasar setelah bertahan lebih dari tiga tahun. Investor ini menjual seluruh simpanannya sebanyak 7.323 ETH yang kini bernilai $13,96 juta.
Langkah penutupan posisi ini menjadi sebuah penyerahan diri yang mahal. Whale ini mulai membeli ETH pada Februari 2022 dan menambah muatan pada Maret 2023 di harga rata-rata $2.723 per keping, lalu menguncinya dalam program staking. Namun, berdasarkan perhitungan total nilai $13,96 juta dari penjualan 7.323 keping itu, transaksi keluarnya dieksekusi di kisaran harga $1.907 per ETH. Selisih harga beli dan jual itu memaksa sang investor menelan total kerugian yang melebihi angka $19 juta.
Apa Pesan dari Divergensi Ini?
Divergensi perilaku dua kelompok investor ini memberi gambaran tentang kondisi psikologis pasar saat ini. Pemain institusi tampaknya melihat fluktuasi harga Bitcoin sebagai peluang untuk menambah posisi. Sebaliknya, siklus tiga tahun menjadi batas maksimal kesabaran bagi sebagian pemegang Ethereum. Strategi menahan aset dalam periode panjang, bahkan dengan tambahan imbal hasil dari staking, pada akhirnya tidak mampu mencegah langkah pemotongan kerugian.
📌 Baca JugaWhale Borong Bitcoin Saat Ritel Jual Aset - Arus ETF Cetak Inflow $296 Juta Sehari
Bagi pelaku pasar, pergerakan berkebalikan dari dua kubu ini bisa menjadi penanda bergesernya sentimen aliran dana. Saat dompet-dompet baru terus menampung BTC dalam jumlah besar, pasar kini mengamati apakah akan ada lebih banyak pemegang lama aset lain yang memilih mundur. Uang perlahan berpindah tangan; sebagian menumpuk harapan baru, sebagian lagi pulang membawa kerugian.
Dilansir dari @lookonchain di X.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




