ERC-2612 (Permit) adalah standar tambahan pada token kripto yang memungkinkan pengguna memberikan izin transaksi hanya dengan tanda tangan digital tanpa harus membayar biaya jaringan terlebih dahulu. Inovasi ini mempermudah proses transaksi aset kripto menjadi lebih cepat, hemat biaya, dan bisa digabungkan langsung dalam satu langkah pemrosesan yang praktis.
๐ Cara baca: i-ar-si dua enam satu dua per-mit
Penjelasan
Biasanya, kalau mau menyuruh orang lain mengurus keperluan kita di kantor pos atau bank, kita harus datang langsung ke loket untuk mendaftarkan izin dan membayar biaya administrasi.
Dengan sistem Permit ini, kita cukup menulis dan menandatangani surat kuasa dari rumah. Surat bertanda tangan itu kita titipkan ke orang lain, lalu orang tersebut yang menyerahkannya ke loket tanpa kita perlu repot datang dan keluar ongkos dua kali.
Pada standar token ERC-20 biasa, pengguna harus melakukan dua transaksi terpisah saat memakai aplikasi terdesentralisasi: pertama transaksi persetujuan (approve) untuk memberi izin akses token, lalu transaksi kedua untuk eksekusi tindakan seperti pertukaran token. Setiap langkah tersebut membutuhkan biaya gas tersendiri.
ERC-2612 menghadirkan fungsi baru bernama Permit. Fitur ini memungkinkan persetujuan diberikan secara luar jaringan (off-chain) menggunakan tanda tangan digital dari pemilik token, sehingga pengguna tidak perlu mengirim transaksi awal ke blockchain hanya untuk memberi izin.
Tanda tangan tersebut nantinya diserahkan bersamaan dengan transaksi utama. Aplikasi atau pihak ketiga bahkan bisa membayarkan biaya gas untuk tanda tangan tersebut, menciptakan pengalaman transaksi yang jauh lebih mulus dan hemat.
Secara teknis, ERC-2612 memanfaatkan skema tanda tangan data terstruktur EIP-712. Fungsi permit menerima parameter pemilik, penerima kuasa, nilai, batas waktu (deadline), serta komponen tanda tangan (v, r, s). Di dalam smart contract, nonce milik penandatangan akan diverifikasi dan dinaikkan untuk mencegah replay attack, memungkinkan eksekusi transaksi tanpa saldo koin native melalui bantuan relayer.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
ERC-2612 merupakan standar teknis pada smart contract yang tidak diatur spesifik oleh OJK/Bappebti, namun konsepnya sangat akrab dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering menggunakan surat kuasa bertanda tangan bermaterai untuk mendelegasikan pengurusan izin tanpa perlu hadir langsung di lokasi.
Contoh
Bayangkan seorang manajer tim olahraga yang menandatangani surat persetujuan transfer pemain di atas kertas resmi. Manajer tidak perlu datang langsung ke kantor liga; staf administrasi cukup membawa surat bertanda tangan tersebut ke meja pendaftaran, sehingga urusan verifikasi dan pendaftaran pemain selesai dalam satu langkah.
Apa perbedaan utama antara ERC-20 biasa dan ERC-2612?
Pada ERC-20 biasa, pengguna wajib membayar biaya gas terpisah untuk memberi izin transaksi sebelum eksekusi, sedangkan ERC-2612 memungkinkan izin diberikan cukup lewat tanda tangan digital tanpa biaya gas awal.
Apakah tanda tangan ERC-2612 aman dari penyalahgunaan?
Sangat aman karena tanda tangan tersebut menyertakan batas waktu kedaluwarsa, nominal izin yang pasti, serta nomor urut unik yang mencegah tanda tangan dipakai ulang oleh pihak lain.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 19 September 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




