Lebih dari $8 juta raib dari platform kripto Coinsbuy pada 9 Agustus 2026 dalam serangan ganda yang menyapu dua jaringan blockchain sekaligus. Aksi ini dimulai di jaringan Tron dengan transaksi uji coba sebesar 5 USDT, seolah pelaku sedang memastikan pintunya terbuka. Begitu jalur dipastikan aman, peretas langsung menguras lebih dari 6 juta USDT yang tersebar di delapan dompet operasional milik Coinsbuy.
Pembobolan ini tidak berhenti di satu rantai. Di jaringan Ethereum, penyerang kembali bermanuver menambah tangkapannya, menyedot 1,89 juta USDT beserta 77 ETH dari tiga dompet tambahan. Analis keamanan dari BlockWatchdog segera melacak jejak transaksi lintas jaringan ini dan menyimpulkan bahwa insiden di Tron dan Ethereum digerakkan oleh entitas penyerang yang sama. Pelaku memanfaatkan layanan swap lintas-rantai bernama Bridgers untuk menghubungkan aksinya dan memuluskan aliran dana keluar tanpa hambatan.
Jalur Pelarian Uang dan Sisa yang Tertinggal
Setelah dana dikeluarkan dari brankas Coinsbuy, peretas memecah rute pelariannya untuk mencuci uang hasil curian. Sekitar $6,34 juta - setara 79% dari total dana yang dikuras - dipindahkan cepat melalui bursa kripto FixedFloat. Di jalur lain, pelaku terekam mengirimkan 150 ETH melalui platform ChangeNOW.
Meski sebagian besar uang sudah berpindah tangan, pelacakan on-chain menunjukkan pelaku meninggalkan jejak kecil. Sampai saat ini, masih ada saldo 282,2 ETH bernilai sekitar $542.000 yang tertidur diam dan belum disentuh penyerang, tersebar di lima alamat dompet yang berbeda.
Di pihak korban, manajemen Coinsbuy bertindak sigap menutup celah kepanikan. Mereka mengisi ulang dompet yang terdampak menggunakan cadangan kas internal, dengan dana sekitar $3,93 juta dikembalikan langsung ke sepuluh alamat yang menjadi sasaran retasan. “Semua dana klien yang terdampak sudah sepenuhnya ditanggung Coinsbuy dari cadangan kami sendiri, pengguna tidak mengalami kerugian finansial,” tegas perwakilan bursa itu. Bersamaan dengan pemulihan uang nasabah, Coinsbuy kini menawarkan hadiah sayembara $100.000 bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi untuk mengidentifikasi pelaku.
Mencari Tahu Titik Lemah Sistem
Hingga saat ini, vektor serangan yang dimanfaatkan peretas masih belum diungkap karena proses investigasi internal masih berjalan. Namun, temuan BlockWatchdog memberi petunjuk kuat mengenai modus operasi pelaku: peretas kemungkinan besar mendapat celah mengakses sistem penarikan Coinsbuy, bukan meretas kunci privat dompet. Kesimpulan ini diperkuat oleh fakta bahwa Coinsbuy masih terus menggunakan dan mengisi ulang dompet yang sama persis setelah serangan itu berlalu. Jika kunci privat bocor, dompet itu pasti dibuang.
📌 Baca JugaPeretas Kuras $110 Juta Kripto di Juli 2026 - Tapi Audit Kompetitif Justru Temukan 4 Kali Lebih Banyak Celah Kritis
Pelacakan BlockWatchdog juga memastikan tidak ada tumpang tindih alamat antara peretas ini dengan pelaku pembobolan platform kripto Triple-A pada 24 Juli lalu, menandakan insiden ini terpisah.
Peretasan Coinsbuy menambah daftar panjang insiden keamanan di tahun 2026. Sektor DeFi dan platform kripto terus dihantam badai pencurian; lebih dari $840 juta hilang ditelan peretas dalam lima bulan pertama tahun ini, disusul kerugian tambahan senilai $110 juta sepanjang bulan Juli saja. Di tengah tren keamanan yang memburuk, banyak platform memilih lepas tangan atau bangkrut saat dibobol. Pilihan Coinsbuy menanggung kerugian penuh dari kas sendiri menjadi anomali - membuktikan bahwa bagi sebagian entitas, kepercayaan klien lebih mahal harganya dibanding uang yang lenyap.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




