Sebanyak 67 investor menelan kerugian total $10 juta setelah menebus token NFT yang diluncurkan tanpa nilai pasar. Pendiri startup NFT “Few and Far” kini resmi didakwa oleh pemerintah Amerika Serikat atas dugaan penipuan, sebuah langkah yang langsung menyeret proyek ini ke ranah pidana federal.
Kabar dakwaan pidana ini dikonfirmasi langsung oleh laporan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) pada 10 Agustus 2026. Sehari sebelum konfirmasi itu muncul, tren pencarian Google News sudah memanas lewat laporan dari platform berita Cryptonews.net pada 9 Agustus. Laporan itu menyoroti bagaimana puluhan investor menyerahkan uang tunai $10 juta untuk token NFT bernilai kosong. Kasus ini memperlihatkan pola kejahatan yang rapi: pengembang menjual token dengan janji nilai masa depan yang tinggi, lalu sengaja meluncurkannya tanpa membangun utilitas maupun menciptakan likuiditas pasar yang riil.
Bukan Sekadar Rug Pull Biasa
Dunia kripto sudah akrab dengan istilah rug pull - momen ketika pencipta proyek diam-diam mencabut uang dari pasar terdesentralisasi lalu menghilang tanpa jejak. Namun, apa yang terjadi pada “Few and Far” mengambil bentuk yang berbeda. Kasus ini memicu masuknya tuntutan pidana federal AS karena adanya pembuktian niat. Penjual menargetkan puluhan korban untuk menaruh modal pada aset yang sejak hari pertama memang dirancang untuk tidak berguna dan tidak berharga.
Langkah tegas pemerintah AS ini menyoroti tren penuntutan yang makin agresif terhadap penipuan aset digital. Di tengah situasi pasar ketika lebih dari 100 proyek kripto tercatat tumbang dan gulung tikar sepanjang tahun 2026, otoritas hukum federal mulai memisahkan batas antara proyek yang gagal karena kondisi pasar dan proyek yang sejak awal didesain untuk menipu pembelinya.
Peringatan Mahal untuk Modal Awal
Pola penipuan yang dimainkan pendiri “Few and Far” mengeksploitasi titik lemah utama dalam pendanaan kripto: harapan pembeli awal. Keenam puluh tujuh investor ini rela menaruh dana besar karena percaya pada janji ekosistem yang ditawarkan. Saat proyek merilis token yang tidak memiliki fungsi nyata dan tidak punya pasar pembeli sekunder, investasi senilai $10 juta itu langsung menjadi nol seketika.
📌 Baca JugaKlub Baseball NC Dinos Bawa Tiket NFT ke Stadion Korea - Ada Perusahaan Selevel Google di Balik Layar
Bagi siapa pun yang rutin berburu alokasi token perdana atau membeli NFT pra-peluncuran, dakwaan dari pengadilan federal ini menjadi rambu peringatan. Jika sebuah proyek memungut dana di depan bermodalkan janji belaka tanpa utilitas yang sudah dibangun, Anda mungkin bukan sedang berinvestasi pada teknologi baru, melainkan sekadar menunggu giliran menjadi angka statistik penipuan berikutnya. Dilansir dari Peoples Gazette Nigeria.
Baca juga: Apa Itu NFT dan Cara Kerjanya?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




