Tujuh tahun setelah mainnet diluncurkan, Harmony mengusulkan penghentian penuh blockchain layer-1 miliknya dan memindahkan token native ONE ke jaringan Ethereum sebagai aset ERC-20. Proposal yang diajukan pada hari Minggu (6/9/2026) masih berstatus non-binding dan tim belum menentukan kapan penutupan blok terakhir dilakukan.
Penutupan jaringan terjadi kurang dari empat minggu usai eksploitasi yang mencetak hampir empat miliar token ONE palsu. Angka itu setara dengan 26% dari total suplai yang beredar. Sekitar 2,8 miliar dari token buatan pembobol dilaporkan sudah mencapai berbagai bursa kripto.
Pada 17 Agustus 2026 lalu, Harmony sempat menyusun rencana untuk melakukan rollback ke checkpoint jaringan per 11 Agustus demi membuang jejak peretas. Rencana pemulihan itu mensyaratkan penghapusan 109.126 transaksi biasa dan 315 transaksi staking milik pengguna. Kini, tim memilih langkah final: mengakhiri jalannya sebagai blockchain independen, bukan lagi mencoba memperbaikinya.
Yang Pindah dan Yang Ditinggalkan
Mayoritas pemegang token akan diikutkan dalam sistem migrasi otomatis. Isi dompet, delegasi staking, imbalan validator, saldo bursa terpusat, hingga smart contract akan dipindahkan tanpa perlu klaim manual. Proses perpindahan menuntut pengambilan snapshot jaringan final, lalu diikuti penerbitan token ERC-20 ONE di Ethereum dan penyesuaian listing bursa.
Kendala teknis memisahkan aset yang bisa pindah dan yang tertinggal. Dompet multisig safe, liquidity pool, dan aplikasi on-chain dipastikan tidak bisa dimigrasikan ke Ethereum. Harmony meminta pengguna segera menarik aset dan keluar dari seluruh smart contract sebelum 10 September.
Validator mendapatkan tawaran tiga pilihan jalan keluar. Mereka bisa berhenti beroperasi, beralih peran menjadi governor, atau ikut serta dalam inisiatif AI-video baru milik Harmony. Pool kompensasi senilai $1,372 juta sudah disiapkan bagi validator yang mematikan simpul mereka tepat waktu sebelum batas 10 September 2026.
๐ Baca JugaRipple Pasang Logo XRP di Lapangan Florida Gators - Ekspansi Kampus Berlanjut di Tengah Landainya Arus ETF
Syarat Ketat di Meja Voting
Proposal migrasi tunduk pada aturan tata kelola jaringan. Pemungutan suara membutuhkan tingkat partisipasi minimal 51% dari total bobot staking. Rencana penutupan baru bisa dieksekusi jika mendapat dukungan 66,7% suara, dihitung setelah melewati masa perkenalan 7 hari ditambah masa voting 14 hari.
Pengguna dengan aset tersisa di liquidity pool atau aplikasi on-chain hanya memiliki waktu sempit hingga 10 September. Lewat dari tenggat itu, dana yang tertinggal terancam terjebak di jaringan yang tak lagi diurus pengembangnya. Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Harga XRP Terkoreksi ke $1,36 - Tapi Whale Justru Borong 380 Juta Keping Bersamaan dengan Rekor ETF
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




