Kategori saham tokenisasi di ranah keuangan desentralisasi mencatat total nilai terkunci (TVL) sebesar $192,6 juta. Data Token Terminal per 6 September menempatkan Uniswap V4 sebagai tempat berlabuh terbesar di sektor ini dengan angka simpanan $59,1 juta. Tiga platform teratas menguasai lebih dari tiga perlima total dana di kategori saham tokenisasi, menyisakan nilai $70,9 juta yang tersebar merata di berbagai aplikasi lain dengan nominal lebih kecil.
Ekspansi ini berjalan seiring pertumbuhan ekosistem aset dunia nyata (RWA) di blockchain. Total simpanan aset RWA di seluruh aplikasi terdesentralisasi melompat dari $2,3 miliar pada kuartal kedua 2025 menjadi $7,4 miliar pada kuartal yang sama tahun 2026. Lompatan ini mewakili kenaikan volume spot 220% dalam rentang waktu satu tahun.
Solana Kuasai Jaringan, Robinhood Pimpin Pasokan
Distribusi per jaringan menempatkan Solana di posisi puncak dengan simpanan $79,1 juta, mengungguli Robinhood Chain dan Ethereum yang membuntuti di belakangnya. Di dalam ekosistem Solana, protokol Kamino Lend mengambil porsi serapan paling tebal. Angka TVL ini datang dari dua fungsi protokol berbeda. Uniswap mengumpulkan aset sebagai kolam likuiditas untuk memfasilitasi pertukaran, sementara Kamino beroperasi sebagai protokol pinjaman yang menerima saham tokenisasi sebagai jaminan.
Dari sisi entitas pencetak token, konsentrasi pasokan menumpuk pada dua pihak. Saham yang diterbitkan oleh Robinhood memimpin dengan nilai $73,1 juta, disusul oleh xStocks di angka $63,9 juta. Gabungan kedua penerbit ini menguasai 71,1% dari keseluruhan pasokan saham tokenisasi yang beredar di pasar DeFi.
Jumlah Pengguna Naik, Hak Terbatas
Tingkat adopsi di level pembeli ritel mencatat angka pertumbuhan nyaris dua kali lipat dalam satu bulan. Jumlah pemegang token ekuitas di lima platform utama menyentuh 752.000 alamat pada bulan Juli, mencerminkan pertumbuhan 92% hanya dalam 30 hari. Ekosistem Robinhood mengambil porsi terbesar dengan menampung 44% dari total pengguna aktif.
Bagi pembeli eceran, instrumen investasi ini membawa perbedaan nyata dibandingkan saham tradisional. Memegang token saham tidak langsung memberikan investor hak suara dalam rapat perusahaan, jatah pembagian dividen, atau status hukum pemegang saham konvensional. Seluruh kepastian hak murni bergantung pada struktur legal yang dibentuk oleh sang penerbit aset.
๐ Baca JugaHyperliquid Buka Kunci $820 Juta HYPE - Namun Data Historis Tunjukkan Mayoritas Token Tak Pernah Tiba di Bursa
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Bitwise Borong HYPE Senilai $10,5 Juta Usai Jeda 4 Hari - Akumulasi Kini Tembus $166,3 Juta
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




