Gabungan open interest perpetual futures altcoin akhirnya melampaui dominasi Bitcoin pada 6 September 2026, mematahkan tren pasar yang sudah berjalan semenjak Desember 2024. Penguasaan Bitcoin menyusut ke kisaran 37% dari total pasar open interest perpetual yang dilacak, membiarkan gabungan koin lapis kedua mengambil alih posisi puncak setelah 21 bulan tertahan di urutan bawah.
Aset mapan seperti Ether, Solana, XRP, dan BNB memang menyumbang volume transaksi. Tapi motor penggerak utamanya justru datang dari luar kelompok elit kripto. Ratusan token berkapitalisasi kecil memompa arus transaksi tambahan, mendorong nilai pasar altcoin di luar 10 aset kripto terbesar untuk menembus batas $200 miliar pada minggu pertama bulan September 2026.
Efek Domino Harga Zcash
Lonjakan leverage Zcash (ZEC) menjadi poros dari pergeseran angka di pasar derivatif. Koin privasi itu baru saja menembus level $1.000 untuk pertama kalinya, bertepatan dengan tarikan modal masuk ke produk ETF Grayscale yang nilainya mencapai $414 juta.
Rentetan likuidasi short mempercepat laju kenaikan harga ZEC. Ketika harga mulai bergerak naik tajam, bursa terpaksa menutup posisi para pedagang bearish dengan membeli token paksa di pasar terbuka. Tindakan beli paksa itu menambah dorongan permintaan dan melontarkan harga semakin jauh ke atas.
Peningkatan open interest altcoin juga tidak sepenuhnya berasal dari suntikan modal baru untuk membuka kontrak futures tambahan. Kenaikan harga dari aset bawaan ikut mendongkrak nilai pencatatan akhirnya. Sebagai contoh, ada sekitar 2,3 juta ZEC yang terikat di dalam berbagai kontrak futures. Saat harganya melompat dari $800 menjadi $1.000, nilai nosional dari posisi lama itu otomatis membengkak dan memompa total volume open interest tanpa penambahan kontrak baru.
Posisi Rawan Leverage Altcoin
Walaupun kumpulan altcoin menguasai porsi mayoritas di tabel derivatif, Bitcoin masih memegang status sebagai pasar derivatif individual yang paling besar di industri kripto. Posisi dominan kelompok altcoin rawan berbalik arah dalam waktu singkat jika tumpukan leverage mengalami rentetan likuidasi massal akibat harga yang terkoreksi.
๐ Baca JugaVolume Kripto MENA Tembus $350 Miliar - Uang Mengalir Lewat Dua Jalur Berlawanan
Tingginya angka open interest baru menceritakan separuh keadaan karena metrik itu belum menunjukkan arah taruhan para pedagang. Para analis mengingatkan pelaku pasar untuk membaca data tambahan seperti funding rate dan riwayat likuidasi harian. Angka lanjutan itu diperlukan guna memastikan apakah volume kontrak mayoritas bertaruh pada kenaikan atau penurunan harga.
Bagi pedagang harian, perpindahan perputaran uang ke pasar altcoin menawarkan rentang volatilitas lebar untuk mencari celah keuntungan. Namun, mengikuti tren harga yang ditenagai oleh penutupan posisi paksa menuntut kewaspadaan ganda. Begitu tekanan beli berhenti mendorong ke atas, harga rentan berbalik menekan jatuh siapa pun yang terlambat melepas aset. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




