Platform bursa desentralisasi Hyperliquid memproses volume perdagangan harian lebih dari $4 miliar meski melarang keras pengguna Amerika Serikat mengakses layanannya langsung. Pembatasan itu kini diupayakan berakhir. Hyperliquid Labs dan Payward, perusahaan induk Kraken, berada dalam pembicaraan lanjutan untuk menawarkan produk perpetual futures pilihan kepada trader retail di Amerika Serikat.
Mereka tidak membangun entitas baru. Kedua perusahaan akan memanfaatkan Bitnomial - bursa derivatif teregulasi Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) yang diakuisisi Payward senilai $550 juta pada 1 Mei lalu. Bitnomial memegang tiga lisensi operasional penting, yakni DCM, DCO, dan FCM. Dalam rancangan ini, Bitnomial menangani venue perdagangan AS, akses pelanggan, dan urusan kepatuhan, sedangkan teknologi Hyperliquid bertugas mendukung produk derivatif terkait.
Proposal Sudah di Tangan CFTC
Payward telah menyerahkan kerangka proposal ke CFTC, menurut laporan Bloomberg. Belum ada kepastian mengenai target tanggal peluncuran atau rincian komersial antara kedua pihak. Payward dan Kraken sendiri punya pengalaman dalam rute ini. Mereka meluncurkan perpetual futures untuk nasabah Amerika Serikat melalui platform Bitnomial sejak bulan Juni lalu.
Langkah Hyperliquid mencari jalur legal sejalan dengan besarnya transaksi di platform mereka. Selama 10 bulan pertama beroperasi, inisiatif HIP-3 platform ini memproses lebih dari $480 miliar volume notional kumulatif. Token HYPE ikut merespons manuver ini, diperdagangkan di level $84,50 atau naik 3% dalam 24 jam terakhir, yang memperpanjang reli harganya hingga lebih dari 60% sejak awal Agustus.
Proses Panjang di Meja Regulator
Dukungan dari tokoh politik di Washington sudah terlihat. Dalam sebuah acara di Gedung Putih pada 19 Agustus lalu, Presiden Trump sempat menyinggung usaha kedua perusahaan ini. Ia menyebut Ketua CFTC Michael Selig sedang mencari jalur kepatuhan khusus bagi Hyperliquid. Namun, dorongan dari pihak eksekutif tidak membuat proses birokrasi berjalan cepat.
๐ Baca JugaIrlandia Siapkan Rekening Investasi Bebas Pajak 2027 - Tapi Kripto Dicoret Karena Risiko Tinggi
Mantan penasihat senior hukum SEC, Ashley Ebersole, memperkirakan proses persetujuan regulasi ini tetap memakan waktu 10 hingga 12 bulan ke depan meskipun regulator bekerja penuh. Akar masalahnya ada pada struktur regulasi dasar. Hukum Amerika Serikat belum menyediakan jalur khusus bagi perusahaan untuk menawarkan crypto perpetual futures bergaya offshore kepada nasabah retail lokal.
Membawa instrumen derivatif kripto ke dalam kerangka regulasi formal Amerika Serikat butuh waktu panjang. Kerja sama Hyperliquid dan Payward membuktikan bahwa jalan untuk menjangkau pasar retail terbesar dunia mengharuskan perusahaan tunduk pada lambatnya proses birokrasi, bukan mencari celah untuk menghindarinya. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




