Harga token HYPE melesat 10,5% hingga menyentuh angka $91,20 pada perdagangan 18 September 2026. Lompatan harga token ini terjadi tepat setelah platform bursa desentralisasi Hyperliquid merilis fitur pinjaman manual terbaru mereka ke publik. Pasar merespons kehadiran utilitas baru ini dengan cepat, mendorong harga token native bursa itu mencetak rekor harga tertinggi baru sepanjang masa (ATH) pada level $92,56.
Tak lama setelah fitur baru dibuka, total aset yang dipinjam pengguna langsung menembus angka sekitar $269 juta. Melalui layanan ini, para pelaku pasar kini bisa mengambil pinjaman berupa stablecoin USDC maupun USDT. Sebagai jaminannya, mereka wajib menyetorkan sejumlah token HYPE atau aset Bitcoin ke dalam platform sebagai kolateral utang.
Dua Aturan Bunga yang Berlawanan
Basis sistem di balik layanan baru ini adalah HyperCore - infrastruktur inti yang sama persis dengan penggerak sistem portfolio margin di platform itu. Namun, akses pengguna sengaja dibatasi oleh pihak pengembang. Fitur manual ini hanya tersedia bagi pemilik akun berjenis Manual/Standard dan akun tipe Unified Account. Pengguna tipe portfolio margin tidak diberi jalan masuk karena sistem akun mereka memang sudah menangani prosedur utang piutang otomatis bawaan.
Aset Bitcoin maupun token HYPE yang disetorkan sebagai kolateral tidak akan menghasilkan sepeser pun bunga bagi pemiliknya. Perlakuan berbeda diterapkan bagi pengguna yang menyuplai likuiditas USDC atau USDT. Pemasok stablecoin ini menerima pembayaran bunga yang ditarik dari peminjam, tetapi suplai tambahan itu tidak ikut menambah batas kapasitas pinjaman pada akun mereka.
Beban utang di sisi peminjam terus-menerus bertambah tanpa jeda harian dengan skema indeks setiap jam. Tarif pinjaman ini tidak dipatok dengan angka tetap, melainkan berfluktuasi mengikuti persentase likuiditas yang sedang terpakai di dalam pasar. Dari total bunga utang yang disetor para peminjam, pihak Hyperliquid akan menahan potongan sebesar 10% untuk disimpan sebagai dana cadangan khusus keperluan likuidasi di masa mendatang.
Ambang Batas 100% dan Eksekusi Likuidasi
Sebagai mekanisme pengaman, platform menggunakan sebuah indikator bernama ‘health factor’ untuk selalu memantau rasio perbandingan antara nilai jaminan dengan total utang. Ketika metrik penilaian ini menyentuh batas 100% atau terjatuh lebih rendah, sistem akan langsung memblokir akun itu. Akibatnya, pengguna terkait tak lagi memiliki izin untuk mengambil utang baru.
๐ Baca JugaWall Street Libur 135 Jam Sepekan - Bos RedStone Peringatkan Jurang Harga Saham Tokenisasi
Skenario eksekusi aset berupa likuidasi parsial otomatis dijalankan apabila total nilai pinjaman yang harus dibayar melampaui nilai pasar Bitcoin atau HYPE yang dijadikan jaminan. Prosedur penyitaan ini langsung diproses pada saat itu juga demi memastikan tidak ada sisa defisit utang yang tertinggal dan membebani penyedia likuiditas di platform.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




