Para pialang Wall Street memiliki jadwal istirahat rutin, tetapi jaringan blockchain memproses transaksi 24 jam penuh tanpa henti. Perbedaan laju operasional antara sistem keuangan konvensional dan protokol on-chain menciptakan celah harga kritis bagi perdagangan saham tokenisasi. Marcin Kaźmierczak, Co-Founder dan COO penyedia oracle RedStone, menyoroti ketimpangan jam tayang yang berisiko bagi ekosistem aset dunia nyata.
Bursa saham utama di Amerika Serikat, seperti New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq, beroperasi dengan jadwal mingguan yang terbatas. Keduanya tercatat hanya memfasilitasi transaksi sekitar 32,5 jam per pekan dari total 168 jam waktu yang tersedia. Kenyataan jadwal operasional menyisakan jeda panjang lebih dari 135 jam ketika pasar bursa acuan berada dalam status libur.
Selama periode akhir pekan dan perdagangan malam hari, platform automated market maker (AMM) yang melayani transaksi on-chain untuk saham tokenisasi Amerika Serikat berjalan tanpa panduan. Protokol keuangan desentralisasi tertinggal sama sekali tanpa menerima pasokan harga acuan resmi dari lantai bursa nyata.
Hilangnya Fungsi Jangkar Arbitrase
Kaźmierczak mengurai lebih rinci persoalan harga yang melanda ekosistem on-chain saat di luar jam kerja Wall Street. Platform AMM dirancang mengatur penetapan harga token murni berdasarkan rasio ketersediaan aset di dalam pool likuiditas internal mereka. Ketika bursa tradisional beroperasi dengan normal, para trader arbitrase bertugas menyamakan ketimpangan harga antara pool on-chain dan pasar nyata.
Mekanisme arbitrase langsung kehilangan fungsi utamanya begitu bursa Amerika Serikat ditutup. Ketiadaan referensi pasar saham aktual menyebabkan pelaku ekosistem kehilangan jangkar harga pasti untuk menilai aset tokenisasi yang sedang mereka transaksikan.
Absennya harga referensi pasar dalam jangka waktu yang panjang membawa konsekuensi langsung pada tingkat kestabilan ekosistem on-chain. Protokol AMM menjadi jauh lebih rentan mengalami gejolak nilai, terutama saat berhadapan dengan eksekusi pesanan berskala masif. Pesanan dengan volume jumbo yang tereksekusi di dalam pool likuiditas berukuran kecil mampu seketika menggeser harga terlampau jauh akibat tidak adanya penyeimbang dari aktivitas pasar saham nyata.
Pelonggaran Aturan Lima Tahun SEC
Situasi perdagangan saham tokenisasi on-chain turut didorong oleh keputusan awal dari otoritas berwenang. Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) sebelumnya telah mengeluarkan kelonggaran aturan khusus bagi ekosistem desentralisasi. Regulator menerbitkan dokumen pembebasan sementara yang berlaku untuk periode lima tahun penuh bagi seluruh entitas platform AMM berizin resmi.
📌 Baca JugaHyperliquid Rilis Fitur Pinjam USDC Jaminan Bitcoin - $269 Juta Langsung Tersedot, HYPE Tembus Rekor $92,56
Pengecualian kewajiban dari badan sekuritas AS memberi ruang baru bagi transaksi surat berharga konvensional di jaringan blockchain. Melalui regulasi dispensasi lima tahun, daftar saham tokenisasi National Market System (NMS) dapat ditransaksikan sepenuhnya menggunakan infrastruktur kontrak pintar publik.
Bagi partisipan pasar yang mengandalkan infrastruktur desentralisasi, peringatan Kaźmierczak membeberkan realitas teknis dari penggabungan dua sistem. Kontrak pintar bisa mengeksekusi pembelian pada tengah malam, namun kestabilan harga mutlak membutuhkan pembukaan jadwal dari bursa tradisional.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




