๐Ÿ“… Rabu, 26 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
India Rilis Obligasi Token Perdana $57 Juta - Pembelian Wajib Pakai Rupee Digital

India Rilis Obligasi Token Perdana $57 Juta - Pembelian Wajib Pakai Rupee Digital

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

REC Limited bersiap menerbitkan obligasi korporat tertoken perdana senilai sekitar $57 juta atau sedikit di bawah angka 5 miliar rupee. Perusahaan pembiayaan infrastruktur ketenagalistrikan milik negara India itu menjadwalkan peluncuran instrumen utang baru dalam sebuah program percontohan pada September mendatang. Rencana penerbitan berjalan di atas jaringan teknologi blockchain dengan sistem penyelesaian transaksi murni mengandalkan mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC).

Program peluncuran tahap awal mengusung format uji coba tertutup yang hanya melibatkan sekelompok kecil investor terpilih. Kerangka kerja dan rincian teknis mengenai struktur obligasi tertoken akan dibuka ke publik bertepatan dengan ajang pameran teknologi keuangan tahunan di kota Mumbai pada bulan September nanti.

Syarat Dua Dompet Digital

Pembelian keping obligasi mewajibkan penyelesaian pembayaran lewat CBDC tipe wholesale - versi rupee digital khusus penyelesaian nilai besar antar institusi. Partisipasi di program uji coba menuntut setiap pihak pembeli menyiapkan dua lapis infrastruktur akun digital sekaligus.

Akun persyaratan pertama berwujud dompet CBDC wholesale yang diterbitkan oleh pihak bank komersial sebagai wadah penyimpanan dana penyelesaian. Akun kedua berwujud dompet sekuritas elektronik khusus. Gabungan depositori sekuritas di India saat ini sibuk menyiapkan instrumen pencatatan generasi baru di bawah nama DEMAT 2.0 yang bertugas menerapkan susunan distributed ledger technology untuk mencatat dan melacak jejak kepemilikan tiap obligasi.

Kolaborasi Bank Sentral dan Otoritas Bursa

Reserve Bank of India (RBI) selaku bank sentral mengawal penyusunan proyek inovasi bersama Securities and Exchange Board of India (SEBI) sebagai lembaga pimpinan bursa efek. Kedua otoritas pengatur keuangan turun tangan bekerja sama menjahit penghubung langsung antara sistem pembayaran digital dengan rel pencatatan kepemilikan sekuritas.

Tulang Punggung Penyimpanan Web3 Kehilangan Tim Inti - Protocol Labs Cabut Dana IPFS, Shipyard Tutup 30 September๐Ÿ“Œ Baca JugaTulang Punggung Penyimpanan Web3 Kehilangan Tim Inti - Protocol Labs Cabut Dana IPFS, Shipyard Tutup 30 September

Aturan kepemilikan aset menetapkan aturan periode penguncian atau lockup tahap awal selama tiga bulan penuh setelah tanggal penerbitan. Setelah durasi penahanan aset berakhir, otoritas bursa efek setempat mengemban target mengembangkan infrastruktur pasar sekunder khusus guna mewadahi perdagangan obligasi tertoken selambat-lambatnya pada Desember 2026.

Penggunaan struktur rupee digital sebagai penyelesaian transaksi obligasi mencatatkan langkah baru bagi ekonomi terbesar kelima di dunia dalam menarik masuk adopsi CBDC ke jantung pengoperasian pasar modal konvensional. Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share