Coinbase mengaktifkan layanan perdagangan token saham di jaringan Ethereum layer-2 Base. Fasilitas ini khusus disediakan untuk investor di luar Amerika Serikat, memberi mereka jalan untuk bertransaksi saham emiten teknologi besar tanpa terikat batasan waktu bursa tradisional.
Pada tahapan awal ini, Coinbase merilis empat saham unggulan: NVIDIA (NVDAc), Meta (METAc), Apple (AAPLc), dan Alphabet (GOOGLc). Token yang diterbitkan menggunakan struktur kontrak B20 ini mewakili klaim manfaat yang sah atas satu lembar saham aslinya. Saham fisik itu disimpan dan dikelola oleh kustodian Alpaca Securities, pialang terdaftar SEC yang juga berstatus sebagai anggota FINRA dan SIPC.
Instrumen ini diterbitkan oleh Coinbase Onchain SPV Ltd., entitas yang diinkorporasi di Abu Dhabi Global Market (ADGM) dan mendapat persetujuan operasi dari FSRA per 4 Agustus 2026.
Integrasi Ekosistem dan Aturan Dividen
Keunggulan utama penempatan saham di atas blockchain adalah waktu transaksi. Token saham Base bisa diperjualbelikan 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Perdagangan terus berjalan tanpa henti pada akhir pekan maupun hari libur pasar di Amerika Serikat, meniadakan jam buka-tutup bursa konvensional.
Token ini juga langsung terhubung dengan ekosistem keuangan desentralisasi (DeFi). Likuiditas pasarnya difasilitasi oleh Aerodrome. Untuk proses pertukaran (swap), pengguna bisa memakai layanan 0x, 1inch, dan CoW Swap. Pemegang token bahkan bisa menjadikan aset ini sebagai agunan di berbagai protokol pinjaman seperti Aave, Morpho, dan Euler.
Ada aturan spesifik soal pembagian hasil. Dividen tidak dibayar tunai, melainkan otomatis diinvestasikan kembali untuk menambah porsi saham. Terdapat beban ganda bagi investor non-AS: dividen dipotong pajak AS 30 persen, dan ditambah lagi biaya distribusi 5 persen.
Syarat Penebusan dan Ajang Pembuktian
Untuk proses penarikan dana (redempsi), investor dikenakan biaya 0,05 persen. Hasil redempsi bersifat fleksibel, bisa dicairkan dalam bentuk saham aslinya, mata uang dolar AS (USD), ataupun stablecoin USDC. Syarat ketat menanti pemegang token yang belum berstatus vested, khususnya mereka yang mendapat token dari pasar DeFi tidak teratur. Mereka wajib melewati pemeriksaan kepatuhan sebelum proses redempsi diizinkan.
๐ Baca JugaPhantom Cabut Dukungan Sui Setelah 20 Bulan - Tapi Aset Pengguna Sebenarnya Masih Utuh
Base berencana menambah lebih banyak kode saham (ticker) baru dalam minggu-minggu ke depan, bergantung pada persetujuan regulator.
Bagi tim Base, peluncuran ini sekaligus menjadi momen pembuktian. Coinbase sebelumnya kalah langkah dari pesaingnya, Robinhood, yang lebih dulu meluncurkan saham tokenisasi di Robinhood Chain. Jesse Pollak, pendiri Base, secara terbuka mengakui proyeknya tertinggal dan merasa frustrasi atas keterlambatan itu. Kehadiran saham NVIDIA dan Apple ini menjadi cara Pollak menjawab persaingan di pasar.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




