Di tengah harga Bitcoin yang masih tertekan usai koreksi tajam dari puncaknya, satu indikator on-chain menarik perhatian analis: realized profit-loss ratio Bitcoin baru saja menyentuh level terendah dalam 43 bulan terakhir. Yang membuat ini menarik bukan cuma angkanya, tapi rekam jejak indikator ini di masa lalu.
Apa yang Terjadi
Menurut data on-chain dari CryptoQuant, rasio realized profit-loss Bitcoin kini berada di angka -0.35 - level terendah sejak Desember 2022, tak lama setelah keruntuhan FTX ketika harga Bitcoin sempat jatuh ke bawah US$16.000. Saat ini, harga Bitcoin hanya sekitar 16% di atas realized price-nya, yakni rata-rata biaya perolehan agregat seluruh koin yang beredar di jaringan.
Tekanan ini muncul setelah Bitcoin terkoreksi sekitar 50% dari puncaknya di level US$126.080 pada Oktober, sempat mencatat titik terendah baru di US$58.190 pada 25 Juni. Salah satu pemicu yang disorot adalah aksi jual senilai sekitar US$3 miliar oleh Grayscale Strategy, yang turut membuat saham preferen mereka (STRC) merosot dari nilai par US$100 ke di bawah US$75.
Kenapa Indikator Ini Penting
Yang membedakan realized profit-loss ratio dari sekadar angka penurunan harga adalah polanya di masa lalu. CryptoQuant mencatat bahwa secara historis, indikator ini pernah menandai titik dasar (bottom) pasar Bitcoin dengan presisi tinggi - termasuk pada tahun 2015 dan 2019, dua periode yang kemudian diikuti oleh reli harga signifikan.
Data historis CryptoQuant juga mencatat, pada level rasio serupa dengan yang terjadi sekarang, Bitcoin secara historis mencatat tingkat keuntungan rata-rata 41% dalam 6 bulan dan 81% dalam 12 bulan setelahnya. Namun perlu digarisbawahi, pola historis bukan jaminan hasil yang sama akan terulang.
Analis Masih Terbelah
Sinyal ini memunculkan dua sudut pandang berbeda di kalangan analis kripto. Di satu sisi, Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise, melihat tanda-tanda pemulihan mulai terbentuk. “As the market continues to sort things out, I’m convinced the bottom is closer than ever,” ujarnya.
📌 Baca JugaCZ Sindir Taruhan AI $725 Miliar Wall Street: ‘AI Tak Melindungimu dari Inflasi, Bitcoin Bisa’
Di sisi lain, Adam Livingston dari Swan Bitcoin mengingatkan agar investor tidak terlalu bergantung pada satu indikator untuk menebak waktu yang tepat. “Waiting for ‘the bottom’ is a wonderful plan with one flaw. The bottom never announces itself,” katanya.
Sinyal Pemulihan Awal?
Terlepas dari perdebatan tersebut, sentimen pasar tercatat mulai membaik secara perlahan dalam 10 hari terakhir. Bitcoin sendiri sudah naik lebih dari 7% sejak menyentuh titik terendah pada 25 Juni.
Yang Perlu Diperhatikan Investor
Indikator on-chain seperti realized profit-loss ratio bisa menjadi salah satu referensi untuk memahami kondisi pasar secara historis, tapi bukan alat prediksi harga yang pasti. Kondisi makroekonomi, regulasi, dan sentimen pasar tetap menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Sebagaimana diingatkan Livingston, tidak ada indikator yang bisa memastikan kapan persis sebuah dasar pasar terbentuk.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




