JPMorgan Chase memutar haluan. Institusi Wall Street ini kini resmi memperbolehkan klien institusional menjaminkan Bitcoin dan Ethereum sebagai agunan untuk mendapatkan pinjaman dolar Amerika Serikat.
Fasilitas pinjaman ini beroperasi melalui platform Kinexys - sistem yang sebelumnya dikenal dengan nama Onyx. Layanan agunan kripto ini sudah dibuka sejak Maret 2026, menargetkan klien institusional serta individu berpenghasilan tinggi. Kinexys beroperasi dalam kapasitas besar, memproses lebih dari $5 miliar volume transaksi harian dan tercatat telah menangani penyelesaian kumulatif lebih dari $3 triliun.
Pembalikan Arah Tajam di Wall Street
Keputusan bisnis JPMorgan menandai putar balik yang kentara. Selama bertahun-tahun, CEO Jamie Dimon menempatkan diri sebagai kritikus vokal terhadap aset digital. Pada 2017, ia dengan lantang menyebut Bitcoin sebagai penipuan dan mengancam akan memecat karyawan yang ketahuan memperdagangkan koin digital itu.
Eric Trump ikut menyoroti ironi langkah ini. Ia mencatat bahwa bank yang dulunya mengkritik habis Bitcoin kini berbalik menawarkan produk berbasis kripto dalam kurun waktu 18 bulan.
Skema Penyimpanan dan Penentuan Harga
JPMorgan menerapkan pembatasan ketat dalam penyimpanan. Aset kripto yang dijaminkan nasabah tidak pernah masuk ke brankas bank, melainkan tetap di dalam cold storage yang dikelola oleh kustodian pihak ketiga seperti Fidelity Digital Assets dan Coinbase Custody. Dalam transaksi pinjaman ini, bank murni hanya menerima tanda terima kustodial.
Risiko utang dikendalikan lewat pemotongan jaminan atau haircut. JPMorgan mematok haircut di kisaran 35% sampai 50% untuk agunan Bitcoin maupun Ethereum. Potongan nilai ini turun tajam dari proyeksi 70% beberapa tahun silam. Pelonggaran syarat jaminan ini mencerminkan volatilitas kripto yang mereda dan infrastruktur kustodian yang makin matang.
Untuk memastikan keamanan nilai jaminan, harga Bitcoin dan Ethereum diperbarui seketika menggunakan oracle Chainlink. Jika agunan jatuh menembus ambang batas bawah, sistem langsung mengeluarkan perintah margin call otomatis untuk melindungi pinjaman bank.
๐ Baca Juga17,7% Pasokan Bitcoin Dinyatakan Hilang Permanen - Tragedi Kunci Privat Ini Justru Jadi Sinyal Bullish
Memaksa Kompetitor Merespons
Sebagai pemberi arah standar perbankan Wall Street, manuver JPMorgan berimbas seketika. Keputusan menerima Bitcoin sebagai agunan utang langsung memaksa bank kompetitor untuk menjawab tuntutan akseptansi kripto serupa dari nasabah mereka.
Akses kredit kripto ini bisa jadi tak berhenti pada klien institusi. JPMorgan disebut sedang mengevaluasi jalan ekspansi untuk membawa program agunan Kinexys kepada investor ritel terkualifikasi pada pertengahan 2027 mendatang. Bagi pemilik aset digital, pintu pinjaman perbankan tradisional kini perlahan mulai terbuka.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




