Jordan Fish alias ‘Cobie’ kini memegang kendali penuh atas Base App sekaligus seluruh lini produk trading lanjutan dan aplikasi utama Coinbase. Jabatan baru ini ia sandang usai Jesse Pollak memutuskan menyerahkan posisinya demi memusatkan perhatian pada pengembangan infrastruktur jaringan Base itu sendiri. Eksekutif produk yang platform penggalangan dananya, Echo, diakuisisi Coinbase senilai $375 juta pada Oktober 2025 lalu ini memulai perannya dengan satu pengakuan tajam: perusahaan telah lama beroperasi dari dalam ‘menara gading’ dan berjarak terlalu jauh dari pengguna kripto asli.
Cobie tidak menutupi fakta bahwa Coinbase dan Base kehilangan banyak dukungan akibat rentetan langkah keliru yang sebenarnya bisa dicegah. Keresahan ini sejalan dengan pandangan komentator kripto ‘Rune’, yang mempertanyakan rencana Base App memikat audiens onchain baru ketika para pendukung terawalnya justru merasa ekosistem ini berulang kali mengingkari kepercayaan mereka.
Deretan Masalah di Jaringan Inti
Kritik terbuka terhadap arah pengembangan Base bukan hal baru di level manajemen. Brian Armstrong selaku CEO Coinbase sebelumnya juga mengakui jaringan layer-2 milik mereka ini keliru saat memaksakan inisiatif ‘content coins’. Menyusul evaluasi itu, Base merombak strategi dan mengalihkan fokus utama mereka pada sektor trading, sistem pembayaran, serta integrasi produk berbasis kecerdasan buatan.
Beban Base tidak berhenti pada penyesuaian produk, tetapi juga merambat ke fondasi teknis. Pada Juni 2026 lalu, jaringan ini padam total dan berhenti memproduksi blok selama hampir dua jam. Insiden ini dipicu oleh kemunculan blok tidak valid yang merusak mekanisme konsensus antar validator. Pollak menyebut kegagalan teknis ini sebagai kejadian yang tidak dapat diterima.
Amunisi Baru Menghadapi Pesaing
Di tengah transisi kepemimpinan produk ini, Base mengaktifkan standar token baru bernama B20. Pembaruan jaringan ini memberi jalan bagi pengembang untuk menerbitkan stablecoin maupun aset tokenisasi dengan sistem kontrol bawaan yang diatur langsung oleh pihak penerbit. Pembaruan infrastruktur ini meluncur tepat di saat peta persaingan ekosistem layer-2 bertambah padat.
Ancaman terbesar baru saja datang dari peluncuran Robinhood Chain pada 1 Juli lalu. Jaringan layer-2 Ethereum yang berafiliasi dengan aplikasi trading populer itu bersaing di arena yang sama untuk memperebutkan pengguna yang selama ini diincar Base.
📌 Baca JugaSaham Circle Anjlok ke $62 Ditekan Koalisi Visa dan BlackRock - Presiden USDC Menolak Mundur
Menghadapi tumpukan masalah masa lalu dan gempuran kompetitor baru, Cobie berencana turun langsung mendengarkan keluhan pengguna onchain. Ia berjanji merajut ulang hubungan yang renggang antara tim pengembang produk dan komunitas. Tantangan utamanya kini adalah memastikan Coinbase benar-benar keluar dari menara gading mereka sebelum para pengguna beralih permanen ke jaringan lain.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




