Hanya sekitar 40 institusi yang memasukkan berkas izin penyedia layanan aset virtual (VASP) ke Bank Sentral Brasil hingga batas waktu 30 Oktober 2026. Data telaah dari firma hukum Panucci, Severo e Nebias Advogados (PSNA) memperlihatkan selisih tajam dibanding proyeksi awal pelaku pasar, yang memperkirakan antara 150 hingga 200 perusahaan bakal mengajukan izin operasional resmi.
Bagi platform yang melewatkan tenggat pendaftaran, waktu beroperasi di Brasil segera habis. Regulator mewajibkan setiap entitas yang tidak mendaftar untuk menutup dan menghentikan seluruh aktivitas operasional mereka dalam kurun 30 hari. Tekanan kian nyata mulai 6 November 2026, saat bank dan institusi pembayaran dilarang memfasilitasi transaksi kripto untuk pihak yang tidak mengantongi izin resmi atau status pengecualian.
Beban Modal Puluhan Juta Real
Saringan perizinan ini menuntut kesiapan finansial yang berat. Bank Sentral Brasil mematok modal minimum antara 10,8 juta hingga 37,2 juta real Brasil bagi setiap pemohon izin. Di luar penyediaan dana itu, regulator mewajibkan penerapan sistem audit ketat, pemisahan kustodi aset nasabah, serta protokol kepatuhan antipencucian uang.
Kenapa Bursa Luar Memilih Angkat Kaki
Tingginya biaya kepatuhan memaksa bursa luar negeri angkat kaki dari pasar Brasil. Platform asal Argentina, Lemon, memutuskan menutup sekitar 15.000 akun nasabah lokal dan mengalihkan fokus operasional ke Argentina, Peru, serta Kolombia. Dampak pengetatan regulasi ini juga menjalar ke tingkat domestik, dengan bursa lokal seperti Coinext, NovaDAX, dan Digitra.com turut menutup atau memangkas lini bisnis perdagangan ritel mereka.
Di tengah mundurnya sejumlah platform ritel, pemain bermodal besar mengambil jalur adaptasi. Bursa global Binance mengajukan permohonan izin melalui entitas BBrasil guna memisahkan transaksi kripto dari operasional pialang konvensional. Langkah pendaftaran juga diambil sektor perbankan, dengan Bank Itaรบ meresmikan pengajuan izin kripto pada 27 Oktober 2026 untuk memfasilitasi perdagangan dan kustodi 15 aset digital, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan USDC.
Waktu Tunggu Izin Dua Tahun
Mengajukan berkas pendaftaran baru menjadi awal dari tahapan panjang berikutnya. Mitra hukum PSNA Tiago Severo Gomes memperkirakan proses peninjauan oleh bank sentral hingga penerbitan izin definitif bagi pelaku baru bisa memakan waktu hingga dua tahun. Sepanjang periode evaluasi, setiap entitas pemohon harus membuktikan seluruh sistem kepatuhan dan tata kelola mereka memenuhi kriteria regulasi.
๐ Baca JugaBank of Korea Uji 31 Lembaga Finansial - Petakan Skenario Bursa Kripto Terbesar Lumpuh
Bagi pengguna aset digital di Brasil, peta tempat bertransaksi kini berubah drastis. Nasabah yang masih memakai layanan platform tanpa izin resmi harus bersiap menghadapi pemutusan akses transaksi perbankan pada 6 November, sementara perusahaan yang tidak terdaftar wajib menuntaskan penutupan operasional sebelum batas 30 hari berakhir.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Kulkas Pintar Bisa Staking Ether dan Rilis Memecoin - CFTC Usulkan Aturan Know-Your-Agent
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




