Daftar tempat jual beli NFT yang menghentikan operasional bertambah panjang sepanjang 2026. Rentetan penutupan pasar sekunder dan perampingan layanan dari platform terkemuka memicu perdebatan di komunitas kripto mengenai kelangsungan sektor barang koleksi digital. Nifty Gateway menjadi salah satu nama yang menyudahi aktivitasnya setelah resmi menghentikan seluruh operasional per 23 April 2026.
Penutupan penuh itu menyusul pengaktifan mode penarikan yang sudah dibuka Nifty Gateway sejak Februari 2026. Keputusan ini bertepatan dengan langkah Gemini, perusahaan induk yang menaunginya, mengalihkan fokus ke pengembangan aplikasi super finansial. Di tengah penghentian layanan, Nifty Gateway menyatakan tetap menyimpan metadata dan gambar NFT di server secara permanen, sekaligus menyediakan alat penarikan massal bagi para kolektor.
Namun langkah Nifty Gateway disusul oleh restrukturisasi di bursa lain.
Binance Alihkan Ekosistem ke Dompet Digital
Bursa kripto Binance mengambil langkah serupa pada Juli 2026 dengan menutup pasar NFT terpusat miliknya. Aktivitas pengguna dialihkan ke Binance Wallet. Pada saat bersamaan, sertifikat non-transferable milik Binance Academy diganti menjadi dokumen dalam format PDF.
Sebelum penutupan final bursa berlaku, Binance sempat membagikan insentif 1 USDC kepada maksimal 100.000 pengguna. Dana ini diberikan kepada pemilik aset yang memindahkan koleksi NFT non-CR7 mereka keluar dari platform perdagangan terpusat.
Magic Eden Memusatkan Operasi di Solana
Perubahan arah operasional juga terjadi di pasar terdesentralisasi. Magic Eden di bawah kepemimpinan CEO Jack Lu menghentikan dukungan perdagangan NFT berbasis jaringan Bitcoin dan rantai EVM. Manajemen memutuskan untuk memusatkan seluruh kegiatan operasional mereka hanya pada jaringan Solana.
Keputusan Magic Eden memangkas integrasi multi-rantai ini mempersempit opsi bagi pedagang yang terbiasa bertransaksi lintas blockchain dalam satu wadah.
Perdebatan Masa Depan di Media Sosial
Penurunan infrastruktur pasar sekunder memicu diskusi luas di media sosial X. Para kolektor memperdebatkan apakah rentetan penutupan ini menandakan akhir tren barang koleksi digital, atau justru peralihan menuju proyek yang bertumpu murni pada komunitas.
๐ Baca JugaOpenSea Rilis Aplikasi 25 Blockchain Tanpa Bitcoin - Komunitas Desak Buka Pasar Ordinals
Bagi para pemilik aset, menyusutnya bursa-bursa besar mengembalikan fokus nilai barang koleksi ke lingkaran komunitas pendukungnya sendiri.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu NFT dan Cara Kerjanya?
Baca juga: OpenSea Rilis Aplikasi 25 Blockchain Tanpa Bitcoin - Komunitas Desak Buka Pasar Ordinals
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




