๐Ÿ“… Jumat, 6 November 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Mantan Agen FBI Akui Curi Kripto $2,47 Juta dari 35 Kasus - Sempat Minta Saran ChatGPT Beli Kebun Anggur

Mantan Agen FBI Akui Curi Kripto $2,47 Juta dari 35 Kasus - Sempat Minta Saran ChatGPT Beli Kebun Anggur

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Patrick Steven Yaroch berdiri di Pengadilan Federal Alexandria mengakui pencurian aset kripto sekitar $2,47 juta. Mantan agen FBI berusia 37 tahun asal Ashburn, Virginia, ini mengaku bersalah atas dakwaan penipuan kawat dan pencucian uang.

Perkara ini bukan bermula dari peretasan pihak luar, melainkan penyalahgunaan wewenang terhadap puluhan berkas perkara di dalam biro.

Akses Internal ke 35 Berkas Sitaan

Yaroch bertugas di Divisi Boston FBI sejak 2017 hingga awal 2025 menangani investigasi negara musuh asing, sebelum dimutasi ke Divisi Kontra-intelijen dan Spionase. Penugasan baru ini memberinya jalan masuk ke sistem internal biro yang menyimpan kredensial dompet kripto sitaan dari 35 penyelidikan berbeda.

Yaroch mengeksploitasi akses itu sejak setidaknya Desember 2024. Sasaran yang ia kuras mencakup dompet target investigasi, aktor negara musuh, dan setidaknya satu dompet umpan operasional FBI. Yaroch tercatat menjalankan sekitar 100 transfer tanpa izin menggunakan kredensial sitaan, lalu menukar dana ke berbagai kripto lain untuk menyamarkan jejak transaksi.

Hasil curian itu ia pakai untuk kebutuhan pribadi: melunasi tagihan kartu kredit, membayar cicilan mobil, dan menutup berbagai kewajiban utang lainnya.

Saran ChatGPT dan Rencana ke Portugal

Di tengah aksinya menyembunyikan dana kejahatan, Yaroch sempat berkonsultasi dengan chatbot kecerdasan buatan ChatGPT. Ia menanyakan cara memaksimalkan keuntungan dan lokasi tinggal ideal di Uni Eropa. Dari sesi konsultasi itu, sistem kecerdasan buatan menyarankannya membeli kebun anggur di Portugal.

Yaroch menindaklanjuti saran itu dengan memberi kuasa hukum kepada pengacara di Portugal untuk mengurus Nomor Identifikasi Pajak (NIF). Ia bahkan sudah merencanakan penerbangan ke Portugal pada September 2026.

Pengakuan Menangis dan Pemulihan Dana

Namun rencana pelarian itu kandas sebelum September tiba. Pada 29 Juli 2026, Yaroch memutuskan menyerahkan diri. Di hadapan mantan koleganya di Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman (DOJ), ia menangis dan mengaku frustrasi karena menilai FBI tidak bertindak tegas terhadap akun musuh.

Token Autentikasi Seluruh Pengguna Chainalysis Bocor - Platform Investigasi Andalan Ditangguhkan๐Ÿ“Œ Baca JugaToken Autentikasi Seluruh Pengguna Chainalysis Bocor - Platform Investigasi Andalan Ditangguhkan

Penyidik pemerintah kemudian menarik kembali dana sekitar $925.000 ke dompet negara. Namun saldo sekitar $165.600 dalam bentuk dolar AS di bursa Kraken tidak dapat dipindahkan menggunakan mekanisme serupa.

Kini Yaroch terancam hukuman penjara maksimal hingga 20 tahun, dengan jadwal sidang vonis hakim pada 4 Maret 2027. Rencana membeli kebun anggur di Eropa pupus di ruang pengadilan federal, digantikan proses pertanggungjawaban hukum atas puluhan dompet sitaan yang ia kuras dari dalam biro.

Dilansir dari Decrypt.

Baca juga: Bantah Bobol Binance $6,3 Miliar - Kim Yo Jong Curigai Pihak Penerima Kripto Sitaan


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share