Presiden Paraguay Santiago Peña melepaskan jabatannya setelah krisis likuiditas pada Ueno Bank memicu kekacauan politik di tingkat nasional. Kejatuhan bank digital itu langsung menjalar menjadi krisis kelembagaan di ibu kota.
Majelis Rendah Kongres Paraguay menggelar pemungutan suara dengan hasil mutlak 78-0 untuk memakzulkan Peña, hanya berselang beberapa menit setelah pernyataan pengunduran dirinya diumumkan. Jalur kepemimpinan negara kini beralih ke Wakil Presiden Pedro Alliana yang dipersiapkan mengambil alih kekuasaan pemerintahan.
Krisis di kursi kepresidenan bermula dari kerapuhan neraca satu institusi perbankan yang memegang peran sentral dalam transaksi harian masyarakat.
Akses Tiga Juta Nasabah Terhenti Total
Kekacauan bermula ketika Bank Sentral Paraguay menempatkan Ueno Bank dalam proses resolusi likuidasi sejak 3 November. Otoritas moneter mengambil langkah darurat setelah rasio kecukupan modal bank digital itu jatuh di bawah separuh batas minimum resmi.
Penutupan operasional langsung melumpuhkan aplikasi seluler, kartu pembayaran, serta jalur transfer bagi sekitar 2,9 juta hingga 3 juta nasabah. Pembekuan saldo massal memukul mayoritas populasi produktif, mengingat jumlah rekening terdampak mencakup lebih dari 60% penduduk dewasa di Paraguay.
Simpanan yang terkunci merembet ke sektor publik. Ueno Bank mengelola dana kas pemerintah bernilai sekitar $800 juta, mencakup simpanan jaminan kesehatan serta anggaran pensiun nasional.
Batas Talangan Darurat dan Isu Saham
Di ranah politik, tekanan terhadap Peña memuncak akibat tuduhan konflik kepentingan atas kepemilikan saham pada entitas terafiliasi pemilik Ueno Bank. Peña membantah tudingan itu dan menyatakan sudah menjual seluruh kepemilikan saham terkait pada Maret 2025, kendati klarifikasi itu belum membendung pemakzulan di parlemen.
📌 Baca JugaSaham CNTN Diperdagangkan di Jaringan Canton Berbekal Izin SEC - Pemegang Token Kantongi Hak Setara Nasdaq
Untuk menangani kepanikan nasabah yang kehilangan akses dana, Dana Penjamin Simpanan Paraguay mengumumkan rencana pembayaran tahap awal darurat. Pencairan talangan mula-mula hanya menyasar rekening bersaldo maksimal 10 juta guaraníes tanpa kewajiban utang. Ketentuan batas penjaminan total yang ditetapkan otoritas dipatok sebesar 228,3 juta guaraníes, atau sekitar $36.000.
Kenapa Komunitas Kripto Menyoroti Kasus Ini?
Krisis penutupan rekening massal di Paraguay menyalakan kembali perdebatan di lingkaran komunitas kripto global mengenai bahaya ketergantungan pada perantara perbankan sentralistik. Lumpuhnya akses dana jutaan nasabah memperlihatkan kerapuhan hak kepemilikan ketika kontrol uang dititipkan sepenuhnya pada pihak ketiga.
Peristiwa ini dipandang memperkuat argumen seputar keunggulan hak asuh mandiri pada Bitcoin, di mana individu memegang kendali penuh atas aset tanpa risiko intervensi perbankan. Bagi komunitas kripto, kejatuhan Ueno Bank menjadi pengingat praktis bahwa saldo di rekening perantara terpusat tetap rentan terhadap krisis likuiditas dan keputusan sepihak lembaga keuangan. Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




