Hyperliquid Strategies Inc. (NASDAQ: PURR) resmi mengajukan permohonan pendaftaran anak usahanya sebagai Futures Commission Merchant (FCM) kepada regulator Amerika Serikat. Langkah korporasi ini diumumkan bersamaan dengan kinerja kuartal ketiga 2026, saat perusahaan membukukan laba bersih $620,6 juta yang ditopang oleh kenaikan nilai aset kripto. Yang membuat pengajuan izin ini berbeda bukan sekadar status pialangnya, melainkan rencananya menghubungkan perdagangan kontrak berjangka langsung ke rel blockchain.
Mekanisme Pasar Berizin Lewat HIP-3
Entitas FCM yang diajukan disiapkan untuk melayani nasabah di Amerika Serikat dalam perdagangan perpetual futures pada pasar berizin (permissioned markets). Seluruh aktivitas perdagangan dirancang memanfaatkan infrastruktur blockchain Hyperliquid melalui kerangka kerja HIP-3.
Melalui kerangka HIP-3, operator pasar independen memiliki ruang untuk mendirikan bursa perdagangan mereka sendiri. Pada skema ini, anak usaha FCM milik Hyperliquid Strategies mengambil peran menangani rekening nasabah dalam struktur yang patuh pada aturan regulator.
Langkah pengajuan izin pialang ini menyusul kerja sama strategis antara Intercontinental Exchange (ICE), pemilik Bursa Efek New York (NYSE), dan Trade[XYZ] pada Oktober lalu. Kerja sama itu dirancang untuk mengembangkan pasar perpetual teregulasi di AS dengan memanfaatkan infrastruktur Hyperliquid.
Modal $802 Juta untuk Token dan Saham
Pada laporan keuangan kuartal ketiga yang berakhir 30 September 2026, laba bersih $620,6 juta didorong oleh keuntungan belum direalisasi (unrealized gains) senilai $803 juta dari kepemilikan token HYPE.
Sepanjang kuartal ketiga itu, Hyperliquid Strategies menghimpun modal ekuitas $911 juta melalui fasilitas ekuitas komitmen. Manajemen kemudian mengalokasikan $802 juta dari modal itu untuk belanja token dan pembelian kembali saham perusahaan.
Perusahaan membelanjakan $785 juta untuk membeli sekitar 9,1 juta token HYPE. Transaksi ini menaikkan cadangan kas token perusahaan menjadi 38,5 juta HYPE per 30 September, naik dari posisi 29,3 juta HYPE per 30 Juni. Per 28 Oktober 2026, total kepemilikan di kas perbendaharaan bertambah menjadi sekitar 38,9 juta token HYPE berkat tambahan imbalan staking dan operasional validator.
Perusahaan juga memakai dana $17 juta untuk membeli kembali 2,7 juta saham PURR sepanjang kuartal ketiga. Realisasi pembelian kembali saham itu meningkat menjadi 5,8 juta saham dengan nilai total $27,9 juta per 28 Oktober.
Kondisi Neraca dan Arah Ekosistem
Posisi neraca keuangan per 30 September mencatat ekuitas pemegang saham sebesar $3,40 miliar, didukung kas dan setara kas $254,6 juta tanpa catatan utang. Per 28 Oktober, posisi kas dan setara kas tercatat di angka $245,3 juta. Perusahaan juga membukukan beban fasilitas ekuitas senilai $15,3 juta serta provisi pajak sebesar $172,3 juta.
๐ Baca JugaBinance Minta Balik 8.426 ETH dan 74,56 Juta ARB - Pemulihannya Butuh 49 Hari di Arbitrum DAO
CEO Hyperliquid Strategies David Schamis menegaskan bahwa penempatan modal $802 juta dan pengajuan izin FCM merupakan bagian dari strategi terpadu membangun ekosistem operasi di sekitar blockchain Hyperliquid.
Bagi pelaku pasar kripto dan nasabah institusi di AS, langkah ini memperlihatkan arah baru: infrastruktur terdesentralisasi mulai mencari pengakuan formal agar produk derivatif kripto dapat diperdagangkan dalam kerangka hukum resmi.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Peretas Binance Buang 908.793 PROM Senilai $5 Juta - Cuma Terima $71 di Uniswap
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




