Marathon Digital Holdings (MARA) melepas 23.093 BTC senilai $1,6 miliar sepanjang semester pertama 2026. Menurut data pelacakan on-chain dari akun @lookonchain di X, harga jual rata-rata seluruh aset yang dilepas oleh perusahaan penambang ini berada pada angka $70.631 per keping.
Meski telah menjual porsi yang besar dari perbendaharaan mereka, MARA belum sepenuhnya meninggalkan aset digital. Perusahaan ini masih menahan 35.577 BTC di berbagai dompet kripto mereka. Berdasarkan harga pasar saat cuitan pantauan on-chain itu dirilis, sisa simpanan ini bernilai sekitar $2,3 miliar. Laporan mengenai pergerakan aset MARA ini langsung menarik perhatian pasar, memancing 404 tanda suka dan 55 unggah ulang di platform X.
MicroStrategy Menyusul Cari Uang Tunai
Pencairan aset kripto ini tidak menjadi langkah tunggal dari satu entitas saja. Akun @lookonchain melaporkan bahwa MicroStrategy (Strategy) juga melakukan penjualan tambahan sebanyak 1.690 BTC senilai $108,6 juta pada minggu lalu. Data pergerakan koin ini juga mendapat sorotan luas dengan 423 tanda suka dan 39 unggah ulang dari komunitas.
Penjualan pada minggu lalu itu menambah panjang daftar aksi jual oleh MicroStrategy. Dalam rentang enam minggu terakhir, perusahaan ini telah mencatat total penjualan sebesar 6.916 BTC, yang setara dengan $429,35 juta. Dana hasil likuidasi kripto ini dialokasikan langsung untuk membeli kembali saham STRC, melanjutkan langkah strategis yang sudah mereka mulai sejak beberapa waktu lalu.
Evolusi dari Sekadar Proksi Bitcoin
Keputusan dua perusahaan perbendaharaan dan penambangan ini untuk serempak melepas koin dalam jumlah besar menyoroti perubahan prioritas institusi. MicroStrategy menargetkan untuk membangun cadangan kas hingga menyentuh angka $4,75 miliar. Langkah ini diambil merespons dinamika pasar di mana para investor pemegang saham preferen mereka ternyata lebih mengutamakan ketersediaan likuiditas kas, bukan sekadar mengandalkan eksposur murni pada pergerakan harga Bitcoin.
CEO MicroStrategy Phong Le menjelaskan bahwa arah bisnis mereka kini berada pada fase baru. Perusahaan sedang berevolusi dari sekadar beroperasi sebagai entitas proksi Bitcoin berbasis utang menjadi sebuah platform kredit digital yang menjadikan Bitcoin sebagai landasan operasinya.
📌 Baca JugaBlackRock Rilis ETF Saham Global Baru di Kanada - Namun Tetap Selipkan 3% Porsi Bitcoin di Dalamnya
Bagi investor ritel, tren penjualan oleh institusi pemegang aset terbesar ini memberikan pesan yang transparan mengenai realitas industri. Pada titik tertentu, perusahaan besar tetap harus kembali ke uang tunai untuk memenuhi tuntutan operasional, mengamankan cadangan kas, dan merespons tekanan dari pemegang saham.
Dilansir dari @lookonchain di X.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




