Hanya butuh modal sekitar $951 bagi penyerang untuk menguras dana sekitar $8,5 juta dari protokol keuangan desentralisasi Term Labs. Laporan teknis dari tim pengembang membeberkan kronologi serangan tata kelola (governance attack) pada 23 Agustus 2026, yang mengambil sekitar 2.843 ETH dan 1,68 juta USDC dari vault protokol.
Firma keamanan CertiK dan PeckShield menaksir kerugian total mencapai $8,5 juta setelah penyerang menukar seluruh jarahan USDC menjadi sekitar 1,68 juta DAI. Eksploitasi ini tidak menyentuh kontrak inti V1 maupun V2 Term Labs, melainkan menyasar mekanisme tata kelola pada Meta Vaults.
Yang membuat insiden ini mencolok bukan cuma nominal kerugiannya, melainkan murahnya modal untuk merebut kendali penuh atas sistem voting.
Bagaimana Modal $951 Menguasai Voting
Rangkaian manuver dimulai pada 17 Agustus 2026 saat operator pertama menerima pendanaan dari Tornado Cash. Berselang 24 menit, akun itu mengajukan proposal tata kelola berjudul “Vote YES to VETO curator’s proposed vault parameter changes”. Di balik judul yang tampak seperti penolakan biasa, proposal itu menyembunyikan instruksi pemangkasan waktu tunda (governance delay) menjadi nol.
Keesokan harinya pada 18 Agustus, operator kedua menerima dana dari Tornado Cash lalu memasang kontrak tunggal (singleton contract). Kontrak ini menggabungkan fungsi controller, price adapter, dan token repo palsu sekaligus. Puncaknya pada 21 Agustus, sebuah kontrak pembantu (helper contract) mengajukan tujuh proposal sekaligus dan menjadi satu-satunya pihak yang memberikan suara dalam pemungutan suara, memanfaatkan biaya murah untuk memborong hak suara.
Trik Rute Keluar ETH dan Token Palsu USDC
Begitu kendali voting aktif tanpa jeda waktu, penarikan dana dijalankan lewat dua jalur terpisah. Pada strategi ETH, empat strategi aktif dialihkan ke modul baru bernama frWETH-EXIT (Fixed Recipient WETH Exit Strategy) yang langsung meneruskan seluruh saldo WETH ke operator pertama.
Pada strategi USDC, lima DAO strategi disusupi kontrak “fmTERT” yang menyamar sebagai controller sah dan price adapter. Melalui manipulasi harga, pelaku menjual satu unit token repo palsu dengan nilai yang disetel setara seluruh saldo USDC di strategi.
Pihak Yearn mengonfirmasi bahwa kontrak yang diserang memakai infrastruktur Yearn V3 dengan tata kelola wrapper khusus Term Labs, bukan vault Yearn V3 standar. Pola serupa pernah dipakai menyerang StrongBlock pada awal Agustus, yang menguras token STRONG dan STRNGR senilai sekitar $72.000 dengan modal minim.
๐ Baca JugaSatu Tanda Tangan Dihitung Dua Kali - Begini Cara Hacker Kuras Saldo Kartu Kripto $1,1 Juta di Solana
Pemulihan Posisi dan Nasib Meta Vaults
Term Labs merampungkan pemindahan seluruh posisi pinjaman fixed-rate yang terdampak pada 25 Agustus pukul 14:52 UTC. Pasar pinjam-meminjam langsung pada kontrak V1 dan V2 tetap beroperasi normal karena tidak ikut terkompromi.
Kendati demikian, Term Labs memutuskan menutup permanen Meta Vaults dan strategi yang terpengaruh dengan mematikan deposit baru, meski opsi penarikan dana tetap dibuka bagi pengguna. Penyelidikan lanjutan masih terus berjalan bersama laporan teknis yang sudah dirilis ke publik.
Bagi pelaku ekosistem DeFi, insiden Term Labs membuktikan bahwa celah paling fatal kerap berada pada murahnya biaya voting untuk mengambil alih aset jutaan dolar.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Anthropic Akui Claude Jebol Sistem 3 Perusahaan - Ironinya AI Ini Merasa Masih Berada di Simulasi
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




