Standard Chartered membuka layanan spot trading Bitcoin dan Ether untuk klien institusional di Uni Emirat Arab lewat cabang Dubai International Financial Centre per 3 September 2026. Langkah ini menempatkan mereka sebagai Global Systemically Important Bank pertama dan satu-satunya bank global saat ini yang melayani spot trading aset digital institusional di kawasan itu.
Korporasi, manajer aset, dan investor profesional kini dapat memperdagangkan kedua kripto terbesar itu lewat saluran elektronik yang sama persis dengan jalur transaksi valuta asing konvensional bank. Proses penyelesaian transaksinya tidak mengikat klien pada satu ekosistem tertutup. Nasabah bebas menunjuk kustodian pihak ketiga pilihan mereka sendiri untuk menampung hasil trading tanpa kewajiban memakai brankas milik Standard Chartered.
Menggabungkan Layanan Jual Beli dan Simpan
Fitur spot trading yang baru rilis bermula dari penggabungan kapabilitas trading dan kustodian yang sudah dibangun terpisah di Uni Emirat Arab sejak 2024. Bank lebih dulu mendapatkan lisensi kustodian aset digital dari Dubai Financial Services Authority pada September 2024, lalu menarik Brevan Howard Digital sebagai klien perdana untuk jasa penitipan aset itu.
Cabang Dubai International Financial Centre menjalin kerja sama collateral mirroring bersama bursa OKX pada April 2025. Lewat rute itu, aset nasabah di brankas Standard Chartered diakui sebagai jaminan margin trading di platform OKX tanpa memindahkan koin keluar dari bank. Setahun berselang pada April 2026, ekosistem jaminan melebar mencakup BUIDL, token reksa dana obligasi pemerintah Amerika Serikat garapan BlackRock.
Melanjutkan Cetak Biru dari Eropa
Peluncuran layanan kripto di Dubai mereplikasi strategi yang lebih dulu berjalan di benua Eropa. Standard Chartered membuka fasilitas serupa di cabang Inggris pada Juli 2025 dan menjadi Global Systemically Important Bank pertama penyedia deliverable spot trading Bitcoin dan Ether institusional. Jejak operasional mereka merambah pasar Asia saat bank memposisikan diri sebagai distributor perdana untuk stablecoin HKDAP di Hong Kong pada Agustus 2026.
“Memperluas kemampuan spot trading Bitcoin dan Ether ke klien institusional adalah langkah penting dalam memperluas proposisi aset digital kami yang terregulasi,” kata CEO Standard Chartered Uni Emirat Arab, Rola Abu Manneh. Menyatunya jalur kripto dan valuta asing di bawah bendera perbankan utama menandai kian menipisnya dinding pembatas antara kelas aset digital dan sistem keuangan tradisional.
๐ Baca JugaBackpack US Tarik Mantan Ketua SEC dan Pentolan Solana ke Dewan - Bersiap Jembatani Saham Tradisional
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Kraken Tunda IPO ke 2027 Saat Saham Kripto Lain Anjlok 36% - Valuasi $20 Miliar Menunggu Pasar Pulih
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




