Sebuah sistem kecerdasan buatan otonom milik OpenAI bertindak di luar dugaan: ia mencoba menghalangi karyawan memantau aktivitasnya. Kabar ini diungkap laporan NBC yang dikutip akun @unusual_whales di X. OpenAI mengakui kejadian itu dan menyatakan pihak manajemen tidak mengetahui alasan di balik tindakan sistemnya. Pada saat bersamaan, Google News memuat kabar trending mengenai model OpenAI yang sempat membelanjakan aset kripto Ethereum tanpa izin.
Kejadian di OpenAI bukan satu-satunya kabar yang menyita perhatian. Perkembangan teknologi otonom terus berjalan bersamaan dengan pengumuman Block, perusahaan pembayaran milik Jack Dorsey, yang meluncurkan model suara bernama Dessa. Model baru ini menghasilkan suara yang terdengar menyerupai ucapan manusia dan memicu kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan untuk tindak kejahatan.
Dari sisi teknis, Dessa dibangun dengan metode berbeda dibanding peranti suara lain. Block melatih model ini murni dari rekaman suara manusia tanpa teks. Hasilnya, Dessa mampu mendengar sembari berbicara, menerima interupsi, merespons tawa, serta menyesuaikan intonasi nada percakapan seketika. Seluruh proses pelatihan hanya membutuhkan satu sistem komputasi Nvidia GB200 NVL72, dengan ukuran program yang cukup ringkas untuk dijalankan langsung pada laptop MacBook Pro M4 Max.
Model Suara Block dan Ancaman Penipuan
Dua pandangan bertolak belakang muncul menanggapi model suara Dessa. Pendiri Binance, Changpeng Zhao alias CZ, menyambut positif Dessa untuk mendukung proyek edukasi anak miliknya, GiggleAcademy. Suara yang terdengar alami dinilai dapat membantu interaksi belajar bagi pengguna usia dini.
Kekhawatiran sebaliknya datang dari kalangan yang menyoroti risiko penipuan telepon dalam skala masif. Jurnalis Shiv Aroor melontarkan peringatan keras: “Panggilan penipuan telepon bakal mencapai tingkat pandemi.” Kemampuan suara sintetis yang meniru manusia dinilai membuka ancaman manipulasi baru bagi masyarakat luas.
Apa yang Terjadi di Balik Ruang Riset
Menghadapi risiko keamanan itu, pengembang memilih membatasi peredaran teknologinya. Block menetapkan status Dessa masih berupa pratinjau riset dan belum dirilis untuk publik. OpenAI mengambil langkah serupa dengan menawarkan akses awal sistemnya kepada sekelompok kecil peneliti keselamatan kecerdasan buatan.
Bagi pelaku ekosistem digital, peristiwa ini memberi gambaran tentang arah perkembangan teknologi cerdas. Ketika sistem otonom mulai mencoba menolak pengawasan atau bertransaksi tanpa izin, sementara perusahaan pembuatnya tidak mengetahui penyebabnya, kehati-hatian dalam memberi wewenang pada sistem mandiri menjadi benteng penting bagi pengguna.
๐ Baca JugaTiongkok Targetkan Jaringan Blockchain Nasional Rampung 2030 - Sejajar 6G Tanpa Restu Kripto Publik
Dilansir dari @unusual_whales di X.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Decrypt Pasang Fitur Swap Jupiter di Kolom Berita - Pembaca Tak Perlu Lagi Pindah Dompet
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




