Attorney General New York Letitia James resmi menggugat Kalshi pada Jumat 31 Juli 2026, dengan tuntutan mencapai setidaknya $36 miliar dalam bentuk penalti dan restitusi. Negara bagian itu meminta pengadilan segera menghentikan operasi pasar prediksi Kalshi di wilayah mereka.
Inti tuduhan berpusat pada perizinan. Kalshi dituding menawarkan kontrak acara terkait olahraga, pemilu, dan budaya tanpa mengantongi lisensi dari New York State Gaming Commission. Otoritas New York berargumen tegas bahwa kontrak platform ini sepenuhnya masuk ke dalam definisi hukum perjudian negara bagian, bukan produk derivatif yang diatur di tingkat federal.
Gubernur New York Kathy Hochul buka suara. “Kalshi memilih mengabaikan hukum perjudian New York,” katanya. Gugatan ini meluas, menuduh Kalshi mengizinkan pengguna di bawah batas umur legal perjudian New York - yakni 21 tahun - masuk ke platform, serta menghindari pajak perjudian.
New York mengajukan perintah penahanan sementara untuk menghentikan kontrak acara Kalshi seketika. Tuntutan $36 miliar dihitung dari restitusi pengguna, disgorgement pendapatan, treble damages, dan penalti tambahan $100.000 per penawaran.
Posisi yang Makin Terjepit
Tekanan ini datang saat Kalshi tengah kesulitan di pengadilan. Pada 27 Juli, hakim federal Analisa Torres menolak permintaan injungsi darurat Kalshi saat banding di Second Circuit masih berjalan. Torres juga menolak perlindungan administratif jangka pendek dari tindakan penegakan hukum New York.
Dalam putusan awalnya pada 7 Juli, Torres sudah memberi sinyal bahwa Commodity Exchange Act kemungkinan tidak mengalahkan hukum perjudian New York untuk kontrak olahraga Kalshi.
📌 Baca JugaTeks Gabungan CLARITY Act Rilis 616 Halaman - 5 Kripto Lolos Jalur Khusus, Tapi Eksekusinya Tersandera SEC
Namun, regulator komoditas AS mengambil tindakan. CFTC mengajukan perintah penahanan sementara terpisah untuk mencegah New York menuntut Kalshi dan platform pasar prediksi terdaftar CFTC lainnya.
Satu Negara, Dua Standar
Di wilayah lain, perlindungan hukum justru diberikan bagi platform prediksi. Di Minnesota, hakim Katherine Menendez memblokir sementara aturan larangan pasar prediksi negara bagian itu sebelum aturan tersebut mulai berlaku pada 1 Agustus.
Putusan penundaan dari hakim Menendez ini memberikan efek yang lebih luas, karena Polymarket US juga dipastikan masuk dalam cakupan perlindungan dari jeratan hukum lokal itu.
Konflik yurisdiksi antara otoritas pengatur komoditas federal seperti CFTC melawan penegakan hukum perjudian tingkat negara bagian kini menjadi isu sentral. Pertarungan hukum puluhan miliar dolar ini akan menentukan nasib akhir; apakah pasar prediksi bisa terus beroperasi sebagai produk keuangan turunan, atau akhirnya ditumbangkan sebagai sarang perjudian. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




