Nigel Farage merebut kembali kursi Parlemen Inggris setelah menang dalam pemilu sela Clacton pada Kamis, 15 Agustus 2026. Ia mengantongi 63,34% dukungan pemilih atau sebanyak 22.239 suara. Tapi tiket masuk kembali ke Westminster ini membawa satu konsekuensi langsung: investigasi resmi oleh Parliamentary Commissioner for Standards, yang sempat dibekukan saat ia mundur pada Juli lalu, kini otomatis aktif kembali.
Fokus utama dari penyelidikan komisi ini tertuju pada aliran dana segar bernilai £5 juta atau sekitar $6,7 juta ke kantong pribadi Farage. Uang itu berasal dari Christopher Harborne, seorang investor yang tercatat memiliki porsi saham di penerbit stablecoin Tether. Harborne bukan nama baru di lingkaran politik sayap kanan Inggris. Bersama pendiri bursa kripto BitMEX Ben Delo, ia merupakan penyumbang dana terbesar untuk partai pimpinan Farage, Reform UK. Kedua tokoh industri aset digital itu menyuntikkan dana total $9,4 juta ke kas partai hanya dalam kuartal pertama tahun 2026.
Jejak Fasilitas dari Mantan Terpidana
Kasus Harborne baru separuh dari masalah. Penyelidikan kedua dari otoritas parlemen menyasar fasilitas operasional yang diterima Farage dari penasihatnya, George Cottrell. Latar belakang Cottrell menjadi sorotan karena ia adalah mantan terpidana kasus penipuan transfer kawat di Amerika Serikat. Komisi kini menelusuri asal-usul bantuan staf, sistem keamanan, transportasi, hingga akomodasi yang selama ini disediakan oleh sang penasihat.
Sejauh ini, catatan resmi baru menunjukkan satu keuntungan yang didaftarkan Farage dari Cottrell. Fasilitas itu berupa biaya perjalanan dan perlindungan keamanan senilai kurang dari £9.300 untuk sebuah acara di Belgia. Sebagian besar tunjangan dan fasilitas operasional lain yang menopang aktivitas politik Farage belum masuk ke dalam register resmi parlemen.
Kenapa Tidak Ada Penantang Kuat
Jalan Farage kembali ke panggung legislatif kali ini terbilang sepi perlawanan. Tiga partai utama di Inggris - Partai Buruh, Konservatif, dan Demokrat Liberal - sama-sama memutuskan absen dan tidak menurunkan kandidat di Clacton. Absennya partai-partai besar ini membuat penantang terdekat Farage di surat suara hanyalah Count Binface, sosok politikus satir yang akhirnya finis di urutan kedua dengan 26,93% atau 9.455 suara.
📌 Baca JugaIrlandia Bidik Dompet Pribadi - Transfer Kripto di Atas €1.000 Kini Wajib Buktikan Kepemilikan
Situasi pemilihan yang berjalan sepihak ini berdampak langsung pada tingkat partisipasi publik. Data menunjukkan jumlah pemilih yang hadir di kotak suara hanya mencapai 44,4%, merosot tajam dari tingkat partisipasi 58,7% yang tercatat pada pemilu umum Inggris tahun 2024 lalu.
Babak baru investigasi ini bergulir pada saat yang krusial bagi industri kripto di ranah politik Inggris. Sejak Maret lalu, pemerintah sudah menerapkan moratorium sementara atas semua bentuk donasi politik yang bersumber dari uang kripto. Dengan diusutnya kembali dana $6,7 juta dari tokoh di balik Tether ini, anggota parlemen dari Partai Buruh kini punya amunisi baru untuk mendorong usulan mereka: mengubah moratorium itu menjadi larangan permanen. Bagi Farage, kursi parlemen memastikan posisinya kembali kuat, tapi ia kini harus menjawab dari mana saja asal-usul dana yang membiayainya. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




