Pembaruan dokumen publik pada 19 Oktober 2026 mencatat tujuh korporasi baru menolak pencatatan saham ter-tokenisasi mereka di bursa OKXICE. Tiga di antaranya mencakup Microsoft, Alphabet selaku induk Google, dan bank investasi Goldman Sachs. Empat emiten lain yang menyusul dalam berkas yang sama adalah Qualcomm, Caterpillar, McDonald’s, dan Western Digital.
OKXICE merupakan platform perdagangan saham tokenisasi hasil kolaborasi bursa kripto OKX bersama Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk New York Stock Exchange (NYSE). Platform ini dirancang memperdagangkan saham tokenisasi lewat kolam likuiditas Uniswap v4 di jaringan XLayer, dengan penyelesaian transaksi menggunakan USDC dan USDT.
Masuknya tujuh emiten baru melipatgandakan daftar penolakan menjadi 16 perusahaan. Pada pekan sebelumnya, sembilan emiten telah menyatakan keberatan serupa: Broadcom, Verizon, UnitedHealth, Cerebras Systems, AppLovin, Applied Digital, Rocket Lab, dan Applied Optoelectronics.
Mengapa Para Direktur Keuangan Memilih Mundur
OKXICE beroperasi di bawah izin lima tahun Innovation Exemption dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) yang terbit pada September 2026. Kerangka regulasi ini membuka jalan bagi perdagangan saham ter-tokenisasi, tetapi tetap memberikan hak bagi emiten untuk mengajukan keberatan atau memilih keluar (opt-out).
Para direktur keuangan (CFO) memanfaatkan klausul itu karena enggan saham perusahaan mereka diperdagangkan nonstop 24 jam di pasar yang lebih tipis dan fluktuatif. Kekhawatiran utama para eksekutif berakar dari absennya kewajiban eksekusi harga terbaik sebagaimana diatur dalam Regulation NMS di pasar modal konvensional.
Sisa 47 Emiten dan Jejak Penolakan Nasdaq
Dari total 63 ticker saham mewakili 62 perusahaan yang semula disiapkan untuk diperdagangkan di OKXICE, kini 15 emiten awal ditambah Cerebras Systems resmi menarik diri. Situasi ini menyisakan 47 emiten yang hingga kini belum mengajukan penolakan terbuka.
Sikap menjaga jarak terhadap OKXICE sebelumnya juga diambil oleh Nasdaq. Bursa saingan tersebut memilih tidak menyertakan sahamnya karena ketiadaan pelaporan pita terkonsolidasi (consolidated tape), di samping persiapan Nasdaq untuk menguji coba sekuritas ter-tokenisasinya sendiri.
๐ Baca JugaSparkassen Buka Layanan Kripto untuk 50 Juta Nasabah - Empat Aset Masuk ke Bank Terbesar Eropa
Bagi pelaku pasar kripto yang menanti konvergensi aset riil, penolakan serentak emiten blue-chip ini menegaskan bahwa restu SEC belum tentu melunakkan kehati-hatian korporasi publik untuk melepas saham mereka ke bursa on-chain.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: SEC Buka Jalan Saham Masuk Blockchain - Sembilan Emiten dari Broadcom hingga Verizon Kompak Menolak
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




