Edward Zimbardi, pria 59 tahun asal Flowery Branch, Georgia, mendarat kembali di Amerika Serikat pada 14 Agustus 2026 setelah pemerintah Fiji mendeportasinya. Kepulangan paksa ini menutup masa pelarian panjang Zimbardi yang dituduh mendalangi “The Crypto Program”, sebuah skema investasi yang mengisap lebih dari $165 juta dari ribuan investor antara Juni 2022 hingga Agustus 2023.
Di atas kertas, Zimbardi menawarkan paket iklan digital kripto kepada para korbannya dengan janji imbal hasil 25% setiap bulan. Jaksa menyatakan paket iklan yang dijanjikan itu tidak pernah dibeli sama sekali. Uang yang masuk dari investor baru murni dipakai untuk membayar keuntungan investor lama - taktik buku teks dari skema Ponzi. Dari seluruh setoran nasabah yang mengalir ke dompet kripto di bawah kendalinya, Zimbardi memindahkan lebih dari $34 juta ke pasar perdagangan valuta asing berisiko tinggi yang berakhir dengan kerugian besar.
Sebagian uang nasabah itu juga ditarik untuk mendanai gaya hidup mewahnya. Dokumen pengadilan mencatat ia menghabiskan minimal $10 juta demi keperluan pribadi. Dana itu dipakai untuk melunasi pembayaran alimoni, membeli berbagai kendaraan mewah, hingga membayarkan sebuah rumah untuk anaknya. Praktik tambal sulam ini kolaps total pada Agustus 2023 dan memaksa Zimbardi kabur melintasi Hawaii, Fiji, serta beberapa lokasi lain.
Firasat di Hari Pernikahan Anak
Zimbardi memilih bersembunyi di Fiji sejak Juli 2025 usai mendapat informasi bahwa FBI mulai menyelidiki kasusnya. Pelariannya di negara kepulauan itu bertahan lebih dari satu tahun. Pada bulan Mei 2026, Zimbardi membatalkan rencananya pulang ke Virginia untuk menghadiri pesta pernikahan anaknya sendiri. Keputusan mendadak itu diambil karena ia curiga agen federal sudah menunggunya di lokasi acara - sebuah kecurigaan yang dikonfirmasi benar oleh pihak berwenang.
Portal Restitusi bagi Korban
Berakhirnya masa buron Zimbardi membawa kasusnya langsung ke meja hijau. Menyusul dokumen dakwaan yang dikembalikan oleh grand jury federal pada 8 Juli 2026, ia kini menghadapi 25 dakwaan federal sekaligus. Tuntutan itu mencakup 12 dakwaan penipuan kawat, 12 dakwaan pencucian uang, dan satu dakwaan konspirasi pencucian uang. Penanganan perkara ini didukung penuh oleh SEC, CFTC, Departemen Perlindungan Inovasi dan Keuangan California, hingga Sekretaris Negara Bagian Georgia.
๐ Baca JugaInduk Kraken Kerahkan AI Claude Mythos 5 - Mesin Penemu Ratusan Bug Firefox Kini Meronda di Ekosistem Kripto
Fokus otoritas kini bergeser ke upaya pelacakan uang korban. FBI telah membuka portal daring khusus yang meminta para investor “The Crypto Program” menyerahkan informasi transaksi mereka demi kepentingan restitusi. Kasus ini menjadi pengingat praktis bagi publik: ketika seseorang meminta modal Anda dengan imbal hasil 25% per bulan, di situlah uang Anda sebenarnya dipertaruhkan.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




