📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Otak Skema Ponzi Kripto Rp11,7 Triliun Terancam Lolos - Kejaksaan Era Trump Dikabarkan Bakal Cabut Dakwaannya

Otak Skema Ponzi Kripto Rp11,7 Triliun Terancam Lolos - Kejaksaan Era Trump Dikabarkan Bakal Cabut Dakwaannya

📚 Istilah di Artikel Ini:

Sebuah skema Ponzi kripto yang menyedot dana investor senilai 722 juta dolar AS - setara sekitar Rp11,7 triliun - selama ini jadi salah satu kasus penipuan aset digital paling besar yang pernah dibawa ke pengadilan Amerika Serikat. Kini, menurut laporan Bloomberg, Departemen Kehakiman AS justru dikabarkan bersiap mencabut dakwaan terhadap sosok yang disebut sebagai dalang utamanya.

Kabar itu langsung memicu perdebatan sengit begitu tersebar di lini masa. Bagi ribuan korban yang uangnya menguap, keputusan semacam ini terasa seperti tamparan: pelaku yang diduga merancang seluruh mesin penipuan berpeluang berjalan bebas tanpa vonis.

Skema yang Menjanjikan Cuan dari Tambang Bitcoin Fiktif

Modus skema Ponzi kripto seperti ini biasanya berpola sama: korban dijanjikan imbal hasil rutin dari operasi penambangan Bitcoin berskala besar yang terdengar meyakinkan. Uang investor baru dipakai membayar “keuntungan” investor lama, sementara aktivitas penambangan yang dijanjikan sebenarnya jauh lebih kecil - atau bahkan tidak sebesar yang diiklankan. Selama arus setoran baru deras, ilusi keuntungan terus berjalan; begitu melambat, seluruh piramida runtuh dan menyisakan kerugian ratusan juta dolar.

Angka 722 juta dolar menempatkan kasus ini di jajaran penipuan kripto kelas kakap. Karena itulah rencana pencabutan dakwaan terhadap tokoh sentralnya jadi sorotan - bukan sekadar soal satu terdakwa, melainkan sinyal ke mana arah penegakan hukum kripto di Amerika sedang bergerak.

Bagian dari Pergeseran Sikap Washington ke Industri Kripto

Langkah ini tidak muncul di ruang hampa. Sejak pemerintahan Donald Trump kembali berkuasa, Departemen Kehakiman menempuh arah yang jauh lebih lunak terhadap kasus-kasus kripto. Tim khusus penegakan hukum aset digital yang dibentuk pada era sebelumnya dibubarkan, dan sejumlah gugatan serta penyelidikan terhadap perusahaan kripto besar dihentikan atau diperlonggar. Pesannya konsisten: regulator ingin dipandang bersahabat dengan industri, bukan memusuhinya.

Regulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit

Persoalannya, ketika sikap ramah itu merembet ke kasus penipuan yang korbannya nyata, batas antara “melonggarkan aturan” dan “melindungi pelaku” jadi kabur. Mencabut dakwaan terhadap otak skema senilai Rp11,7 triliun mengirim pesan yang tidak nyaman: bahwa di era baru ini, kerugian ribuan investor ritel bisa jadi bukan prioritas utama meja hijau.

Yang perlu dicermati bukan hanya nasib satu terdakwa, tapi preseden yang ditinggalkannya. Kalau dalang penipuan sebesar ini bisa lepas, para pemodal kecil yang menaruh uang di produk kripto berimbal hasil tinggi punya alasan baru untuk lebih waspada - karena jaring pengaman hukum yang selama ini mereka andalkan ternyata bisa dilonggarkan kapan saja.

Dilansir dari @WatcherGuru di X.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share