Michael Saylor terbiasa jadi pusat perhatian setiap kali bicara soal Bitcoin. Tapi kali ini sorotan datang dari arah yang tidak menyenangkan: seorang analis Standard Chartered secara terbuka menyebut cara Saylor menyampaikan pesannya sedang “mengeruhkan air” bagi prospek Bitcoin dalam waktu dekat.
Geoff Kendrick, kepala riset aset digital global Standard Chartered, menulis dalam catatan ke klien bahwa langkah-langkah terbaru Strategy - dan cara Saylor mengomunikasikannya - justru membingungkan pasar tepat ketika Bitcoin butuh kejelasan untuk kembali menemukan pijakan.
Dari ‘Tak Akan Pernah Jual’ ke Menjual Demi Dividen
Akar kebingungan itu ada pada perubahan arah Strategy sendiri. Perusahaan yang selama bertahun-tahun bersumpah tak akan pernah melepas sekeping pun Bitcoin kini justru menyusun kerangka yang membolehkan penjualan BTC untuk membiayai dividen dan mengisi ulang kas. Awal bulan ini, Strategy melego Bitcoin senilai sekitar 216 juta dolar, memangkas simpanannya menjadi 843.775 keping menurut dokumen yang diajukan ke otoritas bursa AS pada 6 Juli.
Menurut Kendrick, masalah dari pendekatan lama “tak akan pernah jual” adalah keterbatasannya: cadangan Bitcoin raksasa itu jadi tak bisa berbuat banyak, atau setidaknya tak terlihat berbuat banyak. Strategy mulai menggeser gaya komunikasinya beberapa bulan terakhir - sudah dua kali menjual BTC dan mengumumkan program monetisasi Bitcoin. Tapi peralihan yang setengah matang inilah yang menurut sang analis membuat pasar salah tafsir.
Angka yang Bikin Investor Deg-Degan
Kegelisahan itu bukan tanpa dasar. Saham biasa Strategy dengan kode MSTR sudah kehilangan lebih dari 70% nilainya sejak Juli 2025, ditutup di 94,64 dolar pada Jumat - anjlok jauh dari puncak 52 minggu di 457,22 dolar. Saham preferen STRC yang dirancang bertahan di kisaran 100 dolar per lembar pun sempat terperosok ke nilai terendah sejak diperkenalkan setahun lalu.
📌 Baca JugaCZ Sindir Taruhan AI $725 Miliar Wall Street: ‘AI Tak Melindungimu dari Inflasi, Bitcoin Bisa’
Kendrick berpendapat komunikasi yang efektif soal strategi baru MSTR - memakai Bitcoin sebagai penopang STRC - adalah kunci untuk meyakinkan pasar bahwa penjualan besar-besaran tidak akan terjadi. Ironisnya, kata dia, kalau sinyal itu tersampaikan dengan jernih, Strategy bahkan mungkin tidak perlu benar-benar menjual Bitcoin sama sekali, karena keyakinan pasar sendiri yang akan menopang harga. Standard Chartered tetap mempertahankan proyeksi Bitcoin di 100.000 dolar untuk akhir tahun.
Ujian sesungguhnya menanti pada 30 Juli, saat Strategy melaporkan kinerja kuartal kedua - dengan konsensus analis di 4,28 dolar per saham, sementara perusahaan sudah meleset dari perkiraan dalam enam dari delapan kuartal terakhir. Sampai laporan itu keluar, satu hal yang ditegaskan Standard Chartered patut diingat pemegang Bitcoin: kadang yang menggoyang harga bukan aksi jual itu sendiri, melainkan ketidakjelasan soal kapan dan kenapa penjualan itu terjadi.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




