Peluang pengesahan Digital Asset Market Clarity Act menyusut tajam ke angka 27% per 29 Juli 2026 di Polymarket akibat jadwal Senat yang kembali tertunda. Merespons kebuntuan di tingkat legislatif ini, Ketua SEC Paul Atkins menegaskan institusinya “siap, mau, dan mampu” mengatur pasar kripto menggunakan otoritas yang ada jika Kongres gagal mengetuk palu.
Atkins memang mengakui legislasi tetap menjadi jalur yang disukai. Menurutnya, penetapan undang-undang adalah cara utama untuk mengamankan aturan agar tahan uji waktu - atau mengutip istilahnya, future-proof. Pada 27 Juli lalu, ia menyebut SEC masih terus memberikan bantuan teknis kepada anggota Kongres yang sedang merumuskan draf perundangan itu.
Agenda 2026 Sudah di Atas Meja
Sinyal dari SEC bukan ancaman kosong, mengingat mereka sudah menyusun agenda regulasi kripto khusus untuk tahun 2026. Rencana aturan yang disiapkan memuat kejelasan untuk penggalangan dana kripto, panduan keamanan kustodi aset, hingga tata cara perdagangan sekuritas token di ranah onchain.
Saat ini komisioner SEC juga mempertimbangkan serangkaian proposal aturan main yang menyentuh entitas kripto, pendaftaran broker-dealer, serta kerangka struktur pasar. Namun, manuver jalur mandiri ini terbentur satu batas yurisdiksi: SEC tidak punya wewenang untuk memberi CFTC otoritas legislatif pada pengawasan pasar spot komoditas digital. Kewenangan spesifik itu mutlak membutuhkan surat keputusan dari Kongres.
Tersandung Urusan Bunga dan Lobi Bank
Lambatnya laju CLARITY Act hari ini bertolak belakang dengan persetujuan mulusnya di tahap awal. DPR AS meloloskan rancangan awal pada Juli 2025 dengan kemenangan 294 berbanding 134 suara, disusul persetujuan Komite Perbankan Senat 15-9 pada Mei 2026. Senator Cynthia Lummis baru saja merilis draf gabungan dari dua komite pada 22 Juli, sekaligus memperingatkan para politisi bahwa ini merupakan “kesempatan nyata terakhir” untuk beberapa tahun ke depan. CEO Coinbase Brian Armstrong ikut menekan Senat agar lekas bertindak, menyebut pedoman yang jelas sudah hampir tiba.
📌 Baca JugaAustralia Seret Telegram ke Pengadilan Terkait Video Terorisme - Denda $35 Juta Mengintai Pavel Durov
Faktor penundaan jadwal Senat bermuara pada dua negosiasi alot: penyusunan standar etika bagi pejabat terpilih dan wacana pembatasan imbal hasil pada stablecoin. Kelompok industri perbankan menaruh kekhawatiran besar bahwa produk stablecoin yang menawarkan sistem mirip-bunga berpotensi kuat menarik lari simpanan masyarakat dari ekosistem bank tradisional.
Bagi industri kripto, perdebatan di ujung jalan ini mengubah peta pertaruhan. Jika lobi perbankan menahan RUU ini sampai kalender legislasi habis, ruang kompromi akan tertutup paksa dan pasar tinggal menunggu aturan ketat versi SEC jatuh ke meja mereka.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




