📅 Kamis, 6 Agustus 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Pendiri ElizaOS Matikan Token Sendiri - Serahkan Kas Yayasan Demi Akhiri Gugatan

Pendiri ElizaOS Matikan Token Sendiri - Serahkan Kas Yayasan Demi Akhiri Gugatan

📚 Istilah di Artikel Ini:

Token ElizaOS (EL) jatuh 19% dalam 24 jam ke level terendah sepanjang masa. Runtuhnya harga ini tidak dipicu oleh kepanikan pasar, melainkan dari pengumuman sepihak sang pendiri, Shaw Walters. Ia menyatakan bahwa token ElizaOS kini mati total. Sebagai langkah penutup dari krisis internal ini, Walters resmi membubarkan Eliza Foundation dan menyerahkan seluruh sisa uang kas yayasan ke tangan kelompok pemegang token yang mengajukan gugatan hukum lewat perwakilan Burwick Law.

Gugatan Hukum yang Menguras Uang Kas

Sengketa berdarah ini bermula dari gugatan yang didaftarkan pada bulan April lalu. Dokumen gugatan itu menyasar nama-nama penting sebagai terdakwa, mulai dari Eliza Labs, Walters, Sebastian Quinn-Watson, hingga entitas AI16Z DAO. Tuduhan yang dilemparkan kepada mereka berlapis: iklan palsu, praktik menipu, salah representasi ceroboh, dan tudingan pengayaan tidak sah di atas kerugian investor.

Walters sempat merespons bahwa materi gugatan itu sebenarnya konyol. Namun, ia terpaksa menyerah pada kenyataan finansial karena proyek ElizaOS sudah kehabisan modal untuk terus melawan di meja hijau. Berdasarkan dokumen stipulasi tertanggal 8 Juli, penyelesaian sengketa akhirnya disepakati. Klaim dari penggugat utama resmi diberhentikan dengan prejudis, sedangkan klaim kelas dibatalkan tanpa prejudis.

Akhir Cerita dari Market Cap $2,5 Miliar

Keputusan mematikan token ini menjadi akhir yang kontras bagi proyek yang dulunya bernilai tinggi. Pada masa puncaknya di bulan Januari 2025, token ini sempat menyentuh market cap $2,5 miliar. Waktu itu token masih menggunakan nama AI16Z. Kejayaan itu terhenti ketika Andreessen Horowitz melayangkan komplain keras mengenai kemiripan nama proyek ini dengan merek ventura mereka, a16z, yang berujung pada keharusan mengubah identitas menjadi ElizaOS.

Uang kas terakhir yang dimiliki yayasan kini dialihkan sepenuhnya untuk meredam sengketa perdata ini. Penyerahan sisa modal itu menjadi harga pasti yang harus dibayar demi melepas para pendiri dari kejaran hukum pengadilan yang memakan waktu.

CASHCAT Melonjak 120% di Robinhood Chain - Padahal Aset Tokenisasi Utamanya Baru Sentuh $27 Juta📌 Baca JugaCASHCAT Melonjak 120% di Robinhood Chain - Padahal Aset Tokenisasi Utamanya Baru Sentuh $27 Juta

Bebas Token, Lanjut Open-Source

Meskipun token resmi dikubur dan yayasan dibubarkan, teknologi intinya tidak ikut mati. Walters memastikan bahwa pengembangan software open-source Eliza tetap berjalan normal. Karena ia memegang klaim atas kepemilikan hak kekayaan intelektual (IP) proyek, ia bersiap untuk mulai membangun ulang semuanya murni dari nol.

Namun, babak baru ini tidak akan lagi melibatkan uang kripto. “Saya mulai dari nol… saya tidak akan pernah mendukung kehadiran token Eliza lagi,” ucap Walters menegaskan komitmennya. Ia memilih merelakan uang kas terakhir yayasan untuk membeli penyelesaian sengketa, membiarkan tokennya mati di pasar agar baris kodenya tetap bisa hidup. Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share