Penerbit stablecoin terbesar kedua di dunia baru saja menembus pintu yang selama ini tertutup rapat bagi perusahaan kripto: menjadi bank berlisensi federal di Amerika Serikat. Namun di balik kabar besar itu, ada satu detail yang membuat kegembiraan pemegang USDC perlu direm sedikit.
Pada 10 Juli, Circle mengumumkan bahwa Office of the Comptroller of the Currency (OCC) - pengawas bank nasional AS - memberikan persetujuan final untuk mendirikan bank trust nasional bernama Circle National Trust. Secara hukum, entitas ini terdaftar sebagai First National Digital Currency Bank, N.A., dan kini berada langsung di bawah pengawasan federal, setara dengan bank-bank nasional lain di negara itu.
Bukan Bank Biasa - dan Justru Itu Poinnya
Circle National Trust bukan bank komersial yang menerima tabungan atau menyalurkan kredit konsumen. Fungsinya lebih sempit tapi strategis: menyediakan layanan kustodi aset digital secara fidusia, mula-mula untuk Circle dan afiliasinya. Ke depan, bank ini bisa melayani klien institusional terbatas - bank lain, lembaga keuangan, hingga organisasi derivatif teregulasi.
Yang paling menarik bagi ekosistem: piagam ini membuka jalan agar cadangan yang menopang USD Coin kelak dikelola langsung oleh entitas yang diawasi federal. Selama ini cadangan USDC dikelola lewat pengaturan yang sudah ada; lapisan kustodi berlisensi federal akan menambah bobot kepercayaan di mata institusi. CEO sekaligus salah satu pendiri Circle, Jeremy Allaire, menyebut persetujuan ini sebagai “langkah yang menentukan” dalam membawa sistem blockchain masuk ke jantung sektor keuangan AS.
Catatan Penting yang Sering Terlewat
Inilah bagian yang wajib dicerna baik-baik. Piagam bank trust nasional tidak menjadikan USDC sebagai simpanan bank, dan tidak memberikan jaminan asuransi simpanan federal (FDIC) kepada pemegang token. Artinya, status “bank” di sini soal pengawasan dan tata kelola - bukan garansi negara atas nilai koin Anda. Circle juga belum memastikan kapan bank ini benar-benar akan mengambil alih pengelolaan cadangan USDC.
Persetujuan ini adalah kelanjutan dari piagam bersyarat yang diberikan OCC pada Desember 2025 kepada sejumlah pemain kripto sekaligus - termasuk Ripple, Paxos, BitGo, dan Fidelity Digital Assets. Circle sendiri mengajukan permohonan sejak 30 Juni 2025 dan harus memenuhi seluruh syarat pra-operasional sebelum lampu hijau final turun. Semua ini berlangsung di atas kerangka baru GENIUS Act yang mengatur cadangan, pelaporan, dan kepatuhan penerbit stablecoin.
📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit
Tak semua pihak bertepuk tangan. Kelompok perbankan seperti Bank Policy Institute mempertimbangkan langkah hukum, dengan alasan bank trust kripto bisa menawarkan produk mirip-bank tanpa tunduk pada aturan seketat pemberi pinjaman penuh. Ketegangan antara Wall Street lama dan penantang kripto ini justru menandai betapa nyatanya pergeseran yang sedang terjadi.
Bagi Circle, yang sudah mengantongi izin di Uni Eropa, Singapura, Bermuda, Kanada, Inggris, hingga Abu Dhabi - dan pernah jadi pemegang BitLicense pertama New York pada 2015 - piagam ini bukan sekadar trofi. Ia adalah upaya menempatkan USDC sebagai infrastruktur pembayaran yang “boring” dan terpercaya, bukan aset spekulatif. Pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah kripto bisa masuk sistem perbankan AS, melainkan seberapa dalam - dan siapa yang kebagian kursi lebih dulu.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




