📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Kini Warga Jepang Bisa 'Gadaikan' Bitcoin Tanpa Menjualnya - Pinjaman Dibuka Sampai Rp100 Miliar

Kini Warga Jepang Bisa ‘Gadaikan’ Bitcoin Tanpa Menjualnya - Pinjaman Dibuka Sampai Rp100 Miliar

📚 Istilah di Artikel Ini:

Punya Bitcoin tapi butuh uang tunai, tanpa harus melepas koinnya di harga yang belum tentu Anda suka? Di Jepang, jawaban itu kini resmi tersedia - dan plafonnya tembus miliaran yen.

Pemberi pinjaman asal Jepang, CRYL, meluncurkan layanan kredit beragunan Bitcoin dengan pagu hingga 1 miliar yen atau sekitar 6,2 juta dolar AS (kurang-lebih Rp100 miliar). Peminjam - baik individu maupun bisnis - bisa menarik dana mulai dari 1 juta yen (sekitar Rp16 juta) hingga plafon tertinggi, dengan bunga tahunan 3,5% sampai 7%. Rasio agunannya 40% hingga 60%, tenor satu tahun, dan mayoritas memakai skema pelunasan sekaligus di akhir. Dana bisa dipakai untuk apa saja: bayar pajak, modal usaha, sampai membeli properti.

Bukan yang Pertama, Tapi Paling Berani

Jepang sebenarnya bukan pemain baru di kredit beragunan kripto. Sejak 2020, Fintertech - usaha patungan Daiwa Securities Group dan Credit Saison - sudah menawarkan layanan serupa, meminjamkan hingga 3 juta dolar dengan bunga 4%-8% dan rasio agunan 50%. Bahkan sejak Oktober 2025, Daiwa mulai menawarkan produk ini ke nasabah di cabang-cabangnya di seluruh Jepang. CRYL masuk dengan pembeda mencolok: plafon lebih tinggi, minimum lebih rendah, dan fokus khusus pada Bitcoin sebagai satu-satunya agunan.

Bagi pemegang Bitcoin, daya tariknya jelas. Menjual koin berarti melepas potensi kenaikan harga di masa depan sekaligus memicu kewajiban pajak. Menggadaikannya membuka opsi ketiga: dapat likuiditas sekarang, koin tetap di tangan. Tentu ada risikonya - jika harga Bitcoin anjlok, agunan bisa tergerus dan peminjam menghadapi tekanan margin. Namun tren ini menandai pergeseran cara pandang: Bitcoin tak lagi sekadar aset simpanan pasif, melainkan modal yang bisa “diputar”.

Langkah Metaplanet yang Jauh Lebih Ambisius

Di level yang lebih besar, raksasa treasury Bitcoin Metaplanet bergerak lebih jauh. Bersama penerbit stablecoin yen JPYC, penyedia infrastruktur tokenisasi Progmat, dan lengan sekuritasnya, perusahaan ini memulai studi bersama untuk menjadikan Bitcoin sebagai agunan atau penopang kredit bagi obligasi korporasi digital dan instrumen kredit berbasis blockchain lainnya.

CZ Sindir Taruhan AI $725 Miliar Wall Street: 'AI Tak Melindungimu dari Inflasi, Bitcoin Bisa'📌 Baca JugaCZ Sindir Taruhan AI $725 Miliar Wall Street: ‘AI Tak Melindungimu dari Inflasi, Bitcoin Bisa’

Studi ini masih tahap riset - Metaplanet menegaskan “belum ada yang diputuskan” soal waktu penerbitan, imbal hasil, maupun syaratnya. Inisiatif ini bagian dari Project Nova, rencana Metaplanet membangun bisnis jasa keuangan berbasis Bitcoin di Jepang, yang memperlakukan Bitcoin sebagai “agunan produktif di neraca”, bukan sekadar aset cadangan. Perlu dicatat, Metaplanet kini menggenggam 43.000 BTC - setelah menambah 2.823 BTC di kuartal kedua - dengan target ambisius 210.000 BTC pada akhir 2027.

Yang menarik untuk diamati bukan sekadar satu produk pinjaman, melainkan arah besarnya: Jepang perlahan membangun infrastruktur agar Bitcoin bisa berfungsi seperti aset keuangan matang - bisa digadaikan, dijaminkan, bahkan dijadikan tulang punggung obligasi. Jika eksperimen ini berhasil, definisi “memegang Bitcoin” bisa berubah total.

Dilansir dari Cointelegraph.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share