Satu peretas memegang 1.159 BTC hasil curian dari rentetan eksploitasi dompet Coldcard di tujuh alamat terpisah. Berdasarkan pemantauan on-chain, dana puluhan juta dolar itu belum bergerak seinci pun sejak pencurian terjadi. Kumpulan koin ini murni berasal dari serangan kilat, di mana seluruh aset sebanyak 1.159 BTC dikuras hanya dalam 41 menit. Laporan Galaxy Research mengonfirmasi angka pencurian yang lebih luas: total 1.596 BTC lenyap dari sekitar 7.300 alamat pengguna dalam tiga gelombang serangan beruntun. Gelombang keempat bahkan diprediksi bisa mendorong total kerugian hingga menyentuh 2.055 BTC.
Bukan Dibekukan, Hanya Tertahan
Penegak hukum, bursa kripto, dan firma analitik telah menandai sekitar 600 alamat yang tersangkut langsung dengan peretasan ini. Diamnya sang peretas utama di tujuh alamat penyimpan tadi bukan berarti uangnya dibekukan oleh sistem jaringan. Protokol Bitcoin berdiri di atas prinsip tanpa izin dan tidak punya tombol jeda untuk membatalkan transaksi. Dana curian itu tertahan murni karena peretas sadar koinnya sudah masuk daftar hitam. Memaksa masuk ke bursa berlisensi pasti akan memicu penyitaan. Sebagai langkah antisipasi, tim Galaxy menyerahkan daftar alamat pelaku dan korban ke aparat Amerika Serikat, platform bursa, dan kelompok investigasi siber lintas negara.
Kenapa Pola Pencucian Justru Memudahkan Pelacak?
Sementara pelaku utama memilih jalur aman, satu peretas lain yang berada di luar klaster tujuh alamat tadi mulai mengambil risiko mencuci uang lewat layanan mixer. Penyelidik mendeteksi pengiriman 64 BTC ke dalam mixer. Dari jumlah itu, sekitar 10 BTC diaduk dan sisa 54 BTC dikembalikan sebagai kembalian. Uang sisa ini lalu dipecah ke dalam beberapa dompet dengan nominal seragam sekitar 7 BTC untuk pencucian lanjutan.
Metode ini justru menjadi bumerang bagi sang pelaku. Mengirim output dalam nominal besar dan seragam mempermudah pihak investigator melacak alur koin di buku besar publik. Pola angka yang diulang-ulang membuatnya terlihat mencolok di antara lautan transaksi Bitcoin harian, menggagalkan tujuan awal mixer untuk menyamarkan asal-usul uang.
📌 Baca Juga16 Relawan Ini Sisir 390 Proyek Bitcoin - Hasilnya 1 Celah Kritis Tiap Jam
Jangan Berhenti di Pembaruan Perangkat
Akar seluruh insiden ini bermula dari celah firmware yang melemahkan pengacakan seed phrase buatan Coldcard. Coinkite selaku pembuat perangkat memang sudah merilis firmware penambal sistem, tapi pembaruan itu tidak menutup akses peretas terhadap dompet lama. Selama pengguna masih memakai seed phrase lama yang tercetak saat sistem sedang rentan, peretas tetap memegang kuncinya. Satu-satunya jalan keluar yang aman bagi pemilik dompet adalah meracik seed phrase baru dari perangkat yang sudah diperbarui, lalu segera memindahkan koin mereka ke alamat dompet baru. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




