Harga LDO bergerak naik lebih dari 5% pada sesi perdagangan hari Kamis seiring dengan dibukanya pemungutan suara on-chain untuk sistem buyback otomatis bernama NEST. Namun, pergerakan harian ini belum mampu membalikkan tren mingguan LDO yang masih merosot 16,7%, tertinggal dari pergerakan pasar kripto secara luas yang justru mencatat kenaikan 1,3%.
Aktivitas perdagangan di bursa juga mulai melambat. Volume transaksi harian LDO menyentuh angka $62,2 juta, turun 11% dari pencapaian hari sebelumnya. Token tata kelola ini sebelumnya sempat mencetak reli 65% sepanjang bulan Juli, sebelum lajunya terhenti pada batas resistensi di sekitar level $0,40.
Uang Buyback Tidak Akan Dibakar
Sistem NEST (Network Economic Support Tokenomics) membawa pendekatan yang berbeda dalam memutar surplus pendapatan protokol Lido. Sebagian pendapatan lebih ini dipakai untuk membeli kembali token LDO dari pasar terbuka melalui rute CoW Swap. Setelah terbeli, setengah dari alokasi itu dikonversi menjadi wstETH.
Kedua aset ini kemudian dipasangkan untuk menyediakan likuiditas di pool Curve. Berbeda dengan mekanisme yang rutin dilakukan proyek lain, token LDO hasil buyback ini tidak akan dibakar. Lido DAO akan menguasai penuh token liquidity provider (LP) dari pool dan membiarkan suplai LDO tetap utuh beredar di pasar.
Pemungutan suara tahap akhir untuk menerapkan mekanisme NEST sudah berjalan mulai 5 Agustus dan akan ditutup pada 8 Agustus pukul 14.00 UTC. Berdasarkan rekam jejak pada pengambilan snapshot sebelumnya, sistem ini mengantongi dukungan solid dengan 52,37 juta LDO atau setara 94,5% suara pemilih yang mendukung implementasi desain final.
Ancaman Proposal Tapered Issuance Burn
Tekanan utama yang menahan laju LDO justru datang dari lapis dasar jaringan: draf EIP-8361. Proposal Ethereum yang dijuluki Tapered Issuance Burn ini bertujuan membakar sebagian reward untuk validator seiring dengan terus meningkatnya jumlah ETH yang dikunci dalam sistem staking.
📌 Baca JugaKehilangan Pendiri Utamanya, Ondo Finance Tarik CFO Blockchain.com Kawal Aset $3,5 Miliar
Dalam skenario proyeksinya, jika volume ETH yang di-stake menembus batas 50% dari total pasokan Ethereum, reward yang berasal dari penerbitan koin baru bisa menyusut drastis mendekati titik nol. Meski dokumen EIP-8361 masih berstatus draf dan belum disetujui, para trader mulai memfaktorkan ancaman ini ke dalam valuasi platform liquid staking. Lido, sebagai penyedia terbesar, menerima imbas paling terasa dari kondisi ini.
Kondisi Sinyal Jual LDO
Tekanan dari luar protokol ini meninggalkan jejak pada grafik harga. Indikator Indeks Kekuatan Relatif (RSI) harian LDO bertengger di angka 37,57, yang menunjukkan dominasi penjual karena posisinya masih tertekan di bawah garis sinyal rata-ratanya di 53,56.
Langkah internal lewat NEST memang mempertebal kekuatan likuiditas protokol, tetapi sentimen pasarnya menceritakan arah yang berbeda. Selama Ethereum belum memberikan kejelasan pasti terkait masa depan aturan imbal hasil validator, para pemegang LDO harus bersiap menanggung risiko dari kebijakan yang tidak bisa mereka kendalikan. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




