Batas antara pasar kripto dan bursa tradisional makin tipis. Bybit baru saja meluncurkan kontrak perpetual untuk Unitree Robotics dan Moonshot AI, memungkinkan trader berspekulasi pada saham kedua perusahaan ini sebelum mereka resmi melantai di bursa publik. Kedua kontrak derivatif ini diselesaikan langsung dalam bentuk stablecoin USDT.
Peluncuran ini menambah daftar panjang produk keuangan tradisional (TradFi) di platform Bybit. Sejak membuka jalur aset ini pada April lalu, mereka sudah merilis lebih dari 200 produk perpetual yang mencakup pergerakan saham, ETF, komoditas, indeks global, hingga ekuitas perusahaan privat. Langkah ini merespons tren industri: pada bulan Mei lalu Bybit sudah lebih dulu merilis kontrak untuk SpaceX, sementara bursa saingan seperti Coinbase menawarkan spekulasi pre-IPO untuk perusahaan kecerdasan buatan OpenAI dan Anthropic.
Untuk instrumen Unitree dan Moonshot, Bybit memberikan fasilitas leverage bagi trader hingga 10x lipat. Namun patokan harganya murni dibentuk dari tarik-menarik penawaran dan permintaan pembeli di dalam bursa kripto itu sendiri. Angka yang tertera di layar trader bisa bergerak liar dan terlepas jauh dari estimasi harga IPO aslinya nanti di bursa saham.
Berebut Saham Robotik dan Jadwal AI yang Buram
Antusiasme para investor retail untuk Unitree Robotics tergambar jelas dari data pesanan. Perusahaan pembuat robot ini menawarkan sekitar 40,45 juta saham di harga 150,80 yuan per lembarnya. Angka porsi penawaran awal ini mewakili 10% dari total modal pasca-penawaran mereka, dengan target perolehan dana kotor menembus angka 6,10 miliar yuan di bursa STAR Market.
Fakta paling menonjol ada pada volume permintaan: pesanan dari kalangan retail melampaui jumlah saham yang tersedia hingga lebih dari 8.000 kali lipat. Debut pencatatan resmi mereka di STAR Market diharapkan terjadi pekan ini.
Di sisi lain, kontrak MOONSHOTUSDT untuk startup Moonshot AI sudah meluncur lebih dulu sejak 7 Agustus. Bybit memasang aturan main spesifik untuk kontrak ini: fasilitas leverage 10x, funding rate tetap sebesar 0,005% setiap empat jam, dan kalkulasi margin yang menggunakan patokan estimasi 1 miliar lembar saham. Masalah utamanya, rencana IPO Moonshot di Hong Kong justru belum menemui titik terang. Pihak perusahaan membantah keras laporan adanya pengajuan IPO pada bulan Agustus, sementara Financial Times menyebut bahwa jadwal pencatatan saham mereka masih tidak jelas.
๐ Baca JugaBinance dan Bitget Tutup Pintu Transaksi HTX Mulai 23 Agustus - Justin Sun Sebut Hanya Berlaku di Eropa
Bukan Kepemilikan Asli, Melainkan Spekulasi Murni
Penting bagi setiap trader untuk menyadari batas instrumen keuangan ini: kontrak pre-IPO Bybit berbeda total dari saham yang ditokenisasi. Instrumen ini sama sekali tidak memberikan hak kepemilikan aset yang mendasarinya kepada pembeli.
Produk ini murni instrumen taruhan pergerakan harga. Risikonya pun berlapis bagi pembeli. Selain potensi likuidasi yang bisa melenyapkan seluruh margin trader akibat volatilitas tinggi, ada risiko fundamental dari kontrak itu sendiri. Bybit memegang wewenang penuh untuk menghapus aset dari daftar perdagangan atau menyelesaikan kontrak pre-IPO sepihak jika rencana listing perusahaan incaran dibatalkan atau direstrukturisasi di tengah jalan.
Bagi para pelaku pasar kripto, produk ini membongkar gerbang ke meja spekulasi yang dulunya dikunci rapat hanya untuk institusi keuangan raksasa Wall Street. Namun dengan instrumen yang sepenuhnya terpisah dari saham asli, risiko kerugiannya harus ditanggung sendiri oleh trader. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




