Sementara ritel masih ragu-ragu, uang institusi diam-diam bergerak. EDX Markets baru saja menutup putaran pendanaan Seri C senilai 76 juta dolar - sekitar Rp1,2 triliun - yang dipimpin raksasa keuangan Jepang, SBI Holdings. Yang menarik bukan cuma angkanya, tapi siapa saja yang sudah lebih dulu duduk di daftar pemodalnya.
Bursa yang Sengaja Menutup Pintu buat Ritel
EDX bukan bursa biasa. Perusahaan yang berbasis di Chicago ini menjalankan pasar kripto khusus institusi plus lembaga kliring terpusat. Venue AS-nya melayani spot, sementara EDXM International menyediakan perpetual futures untuk institusi non-AS yang memenuhi syarat. Modelnya meniru bursa tradisional: fungsi trading dipisahkan dari kliring dan kustodi untuk menekan konflik kepentingan antar penyedia layanan.
Deretan penyokongnya yang bikin banyak orang menoleh. Sebelum SBI masuk, kursi investor sudah diisi nama-nama beken Wall Street - Charles Schwab, Citadel Securities, Fidelity Investments, Sequoia Capital, sampai Paradigm. SBI kali ini bahkan bertindak sebagai satu-satunya investor di putaran ekuitas ini, meski valuasi dan detail lain tidak diungkap.
Ambisi SBI dan Rencana Jadi Bank Nasional
Bagi SBI, ini bagian dari strategi aset digital yang lebih luas. ‘Infrastruktur pasar yang tepercaya akan jadi fondasi kritis bagi adopsi institusional,’ kata chairman SBI Holdings, Yoshitaka Kitao. Rencana aset digital SBI sendiri mencakup stablecoin berbasis yen JPYSC serta dukungan untuk stablecoin dolar seperti RLUSD dan USDC di Jepang.
📌 Baca JugaBank Wall Street Ini Kini Jual Bitcoin, Ethereum, dan Solana Langsung ke Nasabah Ritel - dan Itu Baru Permulaan
EDX pun tak berhenti di trading. Perusahaan telah mengajukan permohonan ke OCC untuk membentuk EDX Trust, sebuah bank kepercayaan nasional yang, bila disetujui, bakal menangani kustodi, kliring, dan penyelesaian sebagai entitas teregulasi terpisah. Modal segar ini juga akan menopang FlowConnect, produk crypto-as-a-service yang memungkinkan perusahaan lain menambahkan layanan trading kripto tanpa membangun bursa sendiri. Ada pula integrasi dengan Ripple Prime yang membuka akses likuiditas spot dan futures lewat satu sistem prime brokerage.
Sinyal yang Perlu Dibaca Investor
Ketika ritel sibuk menebak arah harga, aliran modal seperti ini menceritakan hal berbeda: pemain-pemain besar tengah menyiapkan pipa dan brankas untuk masuk secara serius. Pendanaan 76 juta dolar tidak akan langsung menggerakkan harga koin favoritmu besok pagi. Tapi fondasi kliring, kustodi, dan penyelesaian yang sedang dibangun inilah yang biasanya menentukan seberapa deras institusi berani mengalirkan dana dalam beberapa tahun ke depan. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




