Robinhood membangun blockchain-nya sendiri untuk sebuah tujuan yang terdengar serius: memfasilitasi saham tokenisasi dan aset dunia nyata. Tapi sejak Robinhood Chain resmi tayang 1 Juli, yang benar-benar meledak di sana justru bukan itu - melainkan trading memecoin spekulatif yang menjadi use-case utama chain tersebut sejauh ini.
Ironi ini bahkan bukan hal baru. Polanya persis mengulang saat Coinbase meluncurkan Base pada 2023, ketika memecoin dan spekulasi lebih dulu ramai sementara aplikasi “serius” baru menyusul belakangan. Dan kali ini pun momentumnya liar: Robinhood Chain sudah melampaui Base dalam jumlah transaksi harian, memproses 10,4 juta transaksi versus 6,4 juta milik Base - hanya sekitar 1,5 pekan sejak menyalipnya, menurut Token Terminal.
Tujuan Mulia, Kenyataan Receh
Secara teknis, Robinhood Chain adalah layer-2 Ethereum yang dibangun di atas Orbit stack milik Arbitrum, menyelesaikan transaksi di jaringan Ethereum dan memakai ETH sebagai gas fee. Produk andalannya, Stock Tokens, adalah versi on-chain dari saham seperti Nvidia dan Apple yang bisa diperdagangkan 24/7, distrukturkan sebagai surat utang tokenisasi dan dilarang untuk warga AS. Protokol besar seperti Uniswap, Chainlink, dan Morpho sudah terintegrasi sejak peluncuran.
Tapi data Dune Analytics menampar ekspektasi. Aset dunia nyata (RWA), yang justru menjadi alasan utama chain ini dibangun, cuma menyumbang 4,1% dari total value locked - bernilai sekitar $13 juta. Sisanya didominasi asset management (40,5%), lending (38,3%), spot exchange (11,9%), dan perpetual futures (5,2%). Sementara itu, token memecoin CASHCAT memicu lahirnya ekosistem token bertema Robinhood lain seperti Cash Dog in Hood, Little John, Hoodrat, dan Arrow - semuanya muncul dalam dua pekan terakhir, disokong platform peluncuran NOXA.fun dan bot trading “basedbot”.
Saat CEO Sendiri Berbalik Arah
Yang paling menghibur sekaligus menyingkap adalah sikap sang bos. CEO Robinhood, Vlad Tenev, sempat berkata ke CNBC pada 2 Juli bahwa aset tanpa utilitas tak punya tujuan jangka panjang, dan RWA tokenisasi-lah arah sejati kripto. Enam hari kemudian, saat token CASHCAT melonjak, ia justru memposting bahwa chain-nya “bekerja bagus juga untuk meme” - lalu mem-follow akun X token tersebut. Di sisi stablecoin, Global Dollar (USDG) dari konsorsium Paxos yang ikut didirikan Robinhood menguasai sekitar $200 juta dari total $299 juta kapitalisasi stablecoin di chain ini, sisanya dipegang USDe milik Ethena.
📌 Baca JugaPencuri Treasury BONK $21 Juta Mulai Gelontor Token Curian ke Binance - Analis Ingatkan Harga Bisa Ambles Lanjutan
Pertanyaan yang Belum Terjawab
Inti persoalannya sederhana namun menentukan: bisakah gairah spekulatif memecoin ini dikonversi menjadi adopsi nyata untuk produk saham tokenisasi Robinhood, atau para trader meme akan kabur ke chain berikutnya begitu momentum reda - mengikuti pola lama chain baru di kripto? Untuk sekarang, Robinhood mendapat lalu lintas dan perhatian yang diidamkan banyak proyek. Apakah itu fondasi atau sekadar kembang api, waktu yang akan menjawab.
Dilansir dari CoinDesk.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




