📅 Rabu, 22 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Robinhood Bawa 95 Saham Wall Street ke Jaringan L2 - Tapi Warga AS Justru Dilarang Masuk

Robinhood Bawa 95 Saham Wall Street ke Jaringan L2 - Tapi Warga AS Justru Dilarang Masuk

Saham Nvidia, Tesla, Apple, dan perusahaan top Wall Street lainnya kini bisa diperdagangkan langsung dari dompet kripto mandiri. Mulai 21 Juli 2026, Arcus - bursa terdesentralisasi (DEX) yang dibangun oleh tim dYdX dan disokong Robinhood Crypto - resmi meluncurkan layanan saham tokenisasi serta perpetual futures di jaringan Robinhood Chain. Sebelumnya, jaringan lapis dua (L2) Ethereum ini hanya memfasilitasi pasar spot semenjak rilis perdananya pada 1 Juli lalu.

Peluncuran fitur ini mengubah arah fungsi Robinhood Chain dari sekadar arena pertukaran koin menjadi jembatan ke pasar keuangan tradisional.

Kendali Penuh Tanpa Lewat Bursa Terpusat

Sistem perdagangan Arcus berjalan pada model self-custodial penuh. Pengguna tetap memegang kendali atas kunci aset mereka sendiri tanpa perlu repot memindahkan dana ke bursa terpusat. Melalui akun trading ini, nasabah bisa mengakses lebih dari 95 token saham yang mencakup nama-nama besar seperti Microsoft, Meta, Google, dan Amazon. Dalam operasionalnya, DEX ini menggunakan USDG, stablecoin yang diterbitkan Paxos, sebagai jaminan utama dan medium penyelesaian transaksi.

Pintu masuk menuju infrastruktur ini dirancang sefleksibel mungkin. Arcus menggandeng Privy untuk urusan dompet, sehingga calon pengguna baru bisa langsung mendaftar hanya bermodalkan alamat email atau akun media sosial. Bagi kalangan yang sudah akrab dengan dunia Web3, platform ini tetap memberikan dukungan penuh bagi dompet mandiri terkemuka semacam MetaMask, Ledger, WalletConnect, beserta seluruh dompet yang kompatibel dengan standar ekosistem Ethereum.

Selain token saham biasa, bursa ini juga mengoperasikan pasar perpetual. Instrumen turunannya mencakup ekuitas, ETF, komoditas, indeks, dan aset kripto. Deretan fitur baru ini turut mendorong percepatan adopsi, di mana total nilai terkunci (TVL) di jaringan Robinhood Chain melampaui $430 juta menurut data terbaru.

Siapa yang Tertinggal di Luar?

Layanan yang berafiliasi kuat dengan institusi investasi asal Amerika Serikat ini lahir membawa sebuah anomali: produk utamanya tertutup bagi warga negaranya sendiri. Aturan kepatuhan memaksa pihak Arcus memblokir perdagangan token saham untuk dompet yang berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, serta sejumlah yurisdiksi terbatas lainnya.

London Stock Exchange Buka Perdagangan Malam 2027 - Imbas Tekanan Bursa Kripto 24 Jam📌 Baca JugaLondon Stock Exchange Buka Perdagangan Malam 2027 - Imbas Tekanan Bursa Kripto 24 Jam

Batasan wilayah ini tidak menghentikan laju tren yang sedang bergulir. Langkah berekspansi ke produk investasi konvensional makin memanaskan persaingan antar-pemain utama industri kripto. Jaringan Base yang disokong oleh Coinbase diketahui juga tengah mengeksplorasi ragam cara untuk mengusung layanan keuangan tradisional ke lingkungan on-chain.

Bagi pedagang ritel di yurisdiksi yang diizinkan, hadirnya token saham di infrastruktur L2 memangkas antrean birokrasi perantara keuangan. Pertarungan para pengembang blockchain kini bergeser dari rutinitas peluncuran koin menjadi adu cepat memindahkan eksekusi bursa Wall Street langsung ke dalam gawai pengguna. Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share