Rencana besar menyatukan tiga mesin bisnis Bitcoin terhenti. Jack Mallers resmi melepas jabatan CEO Twenty One Capital per 20 Juli 2026, menyerahkan kendali kepemimpinan kepada suksesornya, Raphael Zagury. Langkah ini ia ambil demi memimpin kembali Strike - perusahaan pembayaran Bitcoin yang ia rintis - sebagai entitas yang beroperasi independen.
Keputusan pergantian pucuk pimpinan ini mengakhiri skenario konsolidasi industri yang sudah bergulir sejak awal tahun.
Kenapa Skenario Tiga Arah Batal?
Pada April 2026, Tether merancang rencana megamerger untuk menggabungkan tiga pilar bisnis utamanya. Skenario itu meliputi penggabungan perbendaharaan Bitcoin, jaringan layanan keuangan lewat Strike, serta infrastruktur penambangan melalui Elektron Energy. Ketiganya direncanakan bernaung di bawah satu bendera perusahaan publik yang sama di lantai bursa.
Namun dengan mundurnya Mallers, Strike ditarik keluar dari meja perundingan dan tidak lagi masuk dalam pertimbangan merger. Meskipun unit pembayaran ini mundur dan membatalkan format tiga arah, Tether yang memegang saham mayoritas pada Twenty One Capital dan Elektron memutuskan tetap meneruskan diskusi terpisah di antara keduanya.
Twenty One Capital menempati posisi sentral dalam portofolio Tether. Perusahaan yang diluncurkan pada 2025 dengan dukungan awal dari Tether, Cantor Fitzgerald, dan SoftBank ini menyimpan 43.514 Bitcoin di brankasnya. Pada Mei lalu, Tether memperkuat cengkeramannya dengan memborong porsi saham milik SoftBank di perusahaan ini. Cadangan puluhan ribu keping Bitcoin itu menjadikan mereka pemegang aset kripto korporat terbesar kedua di dunia, berbaris tepat di bawah Strategy milik Michael Saylor.
Fokus Baru Sang Pemegang Puluhan Ribu Bitcoin
Setelah batal menyerap Strike, rute bisnis Twenty One Capital menyesuaikan arah. Di bawah panduan Zagury, strategi perusahaan kini terpusat pada tiga fokus utama: mengakuisisi bisnis operasional yang sudah berjalan, berekspansi di sektor pasar modal, serta menyalurkan fasilitas pinjaman dengan jaminan berbasis Bitcoin.
📌 Baca JugaStrategy Kumpulkan Kas $3,2 Miliar Lewat Penjualan Saham - Tapi Sudah Dua Minggu Berhenti Beli Bitcoin
Di lantai bursa, perombakan struktur ini direspons sepi oleh pelaku pasar. Harga saham Twenty One Capital yang diperdagangkan di NYSE dengan ticker XXI melaju nyaris datar sepanjang sesi premarket hari Selasa.
Peleburan tiga entitas batal terwujud, menempatkan masing-masing perusahaan pada jalur yang terpisah tegas. Strike kini kembali memusatkan tenaganya ke bisnis jaringan pembayaran, sementara Twenty One Capital berfokus mengolah pundi-pundi Bitcoin milik mereka lewat instrumen pinjaman dan pasar modal. Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




