Enam aset saham tokenisasi baru mendarat di jaringan Base pada 4 September 2026 lewat penerbitan Coinbase Onchain SPV Ltd. Aset yang ditambahkan meliputi Amazon (AMZNc), Microsoft (MSFTc), MicroStrategy (MSTRc), SanDisk (SNDKc), Tesla (TSLAc), dan SpaceX (SPCXc). SpaceX menempati posisi unik karena statusnya sebagai perusahaan privat, bukan saham bursa publik Amerika Serikat, meski sebelumnya juga pernah masuk dalam peluncuran internasional serupa.
Penambahan ini menggenapkan lini produk saham tokenisasi Coinbase menjadi sepuluh aset. Pada 24 Agustus lalu, mereka telah meluncurkan gelombang perdana yang berisi Apple, Alphabet, Meta, dan Nvidia.
Langkah ekspansi tahap dua diambil setelah data bulan pertama menunjukkan selera pasar yang nyata.
Tembus Ratusan Juta Dolar di Bulan Pertama
Volume perdagangan di bursa terdesentralisasi untuk saham tokenisasi di Base menyentuh $227,7 juta selama 30 hari pertama, dengan catatan transaksi harian memuncak di $33 juta. Saham Nvidia versi token (NVDAc) menjadi pendorong utama lewat sumbangan volume $71,6 juta, mewakili 57% dari total perputaran awal senilai $124,8 juta.
Ekosistem keuangan terdesentralisasi langsung menyerap aset-aset baru itu ke dalam protokol mereka. Aerodrome masuk untuk menyediakan likuiditas, Chainlink menyuplai data harga, sementara Aave, Morpho, dan Euler membuka fasilitas pinjam-meminjam untuk kesepuluh aset.
Struktur Legal dan Celah Harga
Di atas kertas, token berstandar B20 diterbitkan di bawah yurisdiksi Abu Dhabi Global Market. Setiap keping dijamin rasio 1:1 oleh saham asli yang diamankan terpisah oleh Alpaca Securities selaku broker dan kustodian. Perlu dicatat bahwa pemegang token tidak mendapat hak suara atau hak kepemilikan langsung atas perusahaan yang dirujuk.
Warga Amerika Serikat dilarang membeli produk yang ditawarkan di bawah payung aturan Regulation S dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) ini. Sebagai kompensasi, investor di wilayah lain mendapat keleluasaan bertransaksi 24 jam sehari, menembus batas akhir pekan, malam hari, maupun hari libur bursa nasional.
Waktu perdagangan tanpa jeda membawa satu risiko inheren. Harga token rentan meleset jauh dari nilai saham aslinya saat bursa reguler Amerika tutup dan likuiditas jaringan sedang menipis.
๐ Baca JugaTrader Kehilangan $5 Juta Saat AKE Meroket 492% - Binance Salahkan Harga Bursa Luar
Menunggangi Arus Tokenisasi Ekuitas
Ekspansi Base sejalan dengan tren aset dunia nyata (RWA) yang kian membesar di blockchain. Data dari platform analitik RWA.xyz mengungkap volume transfer bulanan sektor saham tokenisasi melonjak 415% ke $29,5 miliar.
Total nilai ekuitas tokenisasi yang hidup onchain saat ini berada di angka $2,54 miliar. Aset senilai itu didistribusikan ke sekitar 2,36 juta dompet pemegang, menandakan integrasi pasar saham konvensional ke infrastruktur terdesentralisasi terus berjalan.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Kraken Tunda IPO ke 2027 Saat Saham Kripto Lain Anjlok 36% - Valuasi $20 Miliar Menunggu Pasar Pulih
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




