Duma Negara Rusia resmi mengesahkan RUU No. 1194918-8 bertajuk ‘On Digital Currency and Digital Rights’ dalam pembacaan kedua dan ketiga pada 21 Juli 2026. Aturan baru ini melegalkan penggunaan aset digital untuk transaksi lintas batas bagi perusahaan Rusia, memberi jalan keluar bagi ekspor-impor yang selama ini terhambat.
Estimasi volume perdagangan kripto domestik di negara itu mencapai 50 miliar rubel, atau setara $640 juta per hari, yang mayoritas masih berputar di luar pengawasan formal. Melalui kerangka hukum ini, operasi bursa, broker, hingga kustodian akan diawasi langsung oleh Bank Rusia. Aturan utamanya dijadwalkan berlaku pada 1 September 2026, berbarengan dengan pengenalan massal rubel digital (CBDC Rusia). Otoritas memberikan masa transisi bagi pelaku pasar hingga 1 Juli 2027 untuk menyesuaikan diri.
Pintu Keluar di Tengah Sanksi Eropa
Ketua Komite Keuangan Anatoly Aksakov menyebut perusahaan pemasok barang ke Rusia harus bisa bertransaksi internasional memakai kripto tanpa hambatan legal berlebihan. Kelonggaran ini lahir ketika Eropa terus mengajukan pembatasan luas terhadap platform kripto luar negeri yang terindikasi membantu entitas Rusia melewati sanksi ekonomi.
Merespons kepastian hukum ini, institusi keuangan lokal langsung bergerak. Sberbank kini menyiapkan layanan dompet kripto dan kustodian. Langkah serupa juga diambil VTB, T-Bank, Alfa-Bank, dan Moscow Exchange yang tengah membangun infrastruktur pendukung untuk menampung aliran dana aset digital.
Batas Ketat Bagi Warga Lokal
Meski keran internasional dibuka, perlakuan berbeda diterapkan di ranah domestik. Kripto tetap dilarang menjadi alat pembayaran sah di dalam negeri, mengukuhkan rubel sebagai satu-satunya mata uang resmi. Investor biasa tanpa status kualifikasi (non-qualified) hanya diizinkan membeli kripto maksimal 300.000 rubel per tahun melalui perantara berlisensi, sementara batas lebih tinggi berlaku untuk investor dengan kualifikasi khusus.
📌 Baca JugaBank Sentral Korea Selatan Selesaikan Pilot CBDC Pertama - Tapi Keamanannya Malah Dinilai Sendiri Oleh Bank Peserta
Namun, ada sedikit ruang napas terkait privasi bagi pengguna. Rancangan awal yang mewajibkan pengguna mengungkap alamat dompet mereka akhirnya dicoret dari naskah. Fokus pengawasan perantara kini hanya tertuju pada pelacakan saldo dan volume transaksi. Sebagai bentuk kendali tambahan untuk arus modal, otoritas berhak menunda transfer besar ke luar negeri atau ke pihak ketiga selama maksimal 48 jam.
Aturan ini belum final seutuhnya; beleid baru masih menunggu persetujuan Federation Council sebelum akhirnya ditandatangani oleh Vladimir Putin. Bagi pelaku bisnis ekspor-impor, regulasi ini adalah jalur napas baru untuk bertahan, namun bagi warga sipil Rusia, ini berarti pengawasan ketat terhadap setiap pergerakan uang mereka di bursa resmi.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




