Kadang satu tanda tangan cukup untuk menggoyang harga saham. Saham penambang Bitcoin TeraWulf turun lebih dari 7% setelah Negara Bagian New York memberlakukan jeda satu tahun untuk izin lingkungan baru bagi proyek pusat data berskala besar.
Pemicunya adalah executive order yang diteken Gubernur New York Kathy Hochul pada Selasa (14 Juli 2026). Lewat perintah itu, negara bagian untuk sementara menghentikan penerbitan izin lingkungan baru bagi proyek pusat data besar tertentu, sembari regulator menyiapkan kerangka penilaian dampak lingkungan seluruh negara bagian. Saham TeraWulf di Nasdaq pun ditutup turun 7,08% ke $19,41.
Apa yang Sebenarnya Dijeda
Executive order memberi waktu hingga satu tahun bagi Department of Public Service untuk menyelesaikan Generic Environmental Impact Statement. Dokumen inilah yang nantinya menetapkan standar bagi pengembangan pusat data di masa depan, mencakup kajian kebutuhan listrik, penggunaan dan kualitas air, hingga kualitas udara. Tak berhenti di situ, Hochul juga mengejar legislasi untuk mencabut pembebasan pajak penjualan yang selama ini dinikmati pusat data besar di New York.
Meski pasar bereaksi negatif, TeraWulf menegaskan aturan ini tidak memengaruhi operasi yang sudah berjalan maupun jadwal pengembangan proyeknya di New York. Pendiri sekaligus CEO TeraWulf, Paul Prager, bahkan menulis di X bahwa perusahaan sedang mengevaluasi pembangkit listrik on-site untuk proyek Lake Hawkeye - yang menurutnya justru sejalan dengan prioritas gubernur soal pembangkit listrik baru.
Taruhan Sesungguhnya Ada di Kentucky
Reaksi pasar terhadap kabar New York boleh jadi mengaburkan cerita yang lebih besar. TeraWulf sedang berpaling dari sekadar menambang Bitcoin menuju bisnis kecerdasan buatan dan high-performance computing. Pekan lalu, perusahaan menandatangani kontrak sewa 20 tahun dengan Anthropic untuk kampus data Justified Data di Hawesville, Kentucky, dengan estimasi pendapatan terkontrak sekitar $19 miliar sepanjang masa kontrak.
📌 Baca JugaCZ Sindir Taruhan AI $725 Miliar Wall Street: ‘AI Tak Melindungimu dari Inflasi, Bitcoin Bisa’
Untuk membiayai ambisi itu, TeraWulf tengah bersiap menghimpun sekitar $3,5 miliar lewat leveraged loans dan obligasi high-yield, dengan Morgan Stanley disebut memimpin pembiayaan. Fasilitas Kentucky itu diperkirakan mendukung sekitar 401 megawatt kapasitas komputasi kritikal, dengan operasi awal ditargetkan mulai paruh kedua 2027 dan deployment penuh awal 2028.
Membaca Reaksi Pasar dengan Kepala Dingin
Penurunan 7% dalam sehari terlihat dramatis, tapi konteksnya penting. TeraWulf merancang bisnis infrastruktur AI-nya justru untuk memberi pendapatan terkontrak yang lebih stabil, sambil tetap memanfaatkan aset listrik dan pusat data yang dulu dibangun untuk penambangan Bitcoin. Bagi pemegang saham, pertanyaannya bukan sekadar seberapa dalam saham jatuh hari ini, melainkan apakah pivot ke AI cukup kokoh untuk menahan guncangan regulasi yang - seperti terbukti minggu ini - bisa datang hanya dari sehelai perintah eksekutif.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




